Home » Berita Terpopuler » Ketua PWI Diskusikan Pendirian STJI dengan Azhari
Rektor USN Kolaka, Dr Azhari berdialog dengan pengurus PWI Pusat di gedung dewan pers lantai 4 Jakarta, dalam rangka pembukaan STJI.

Ketua PWI Diskusikan Pendirian STJI dengan Azhari

Jakarta,My Sultra.com
Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Marah Sakti Siregar, mendiskusikan pendirian Sekolah Tinggi Jurnalistik Indonesia (STJI) dengan Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka Dr Azhari, selasa (2/2) di gedung dewan pers lantai 4 Jakarta Pusat.
Ditemani beberapa pengurus PWI Pusat, Marah Sakti mengungkapkan keinginan PWI untuk membuka jurusan jurnalistik pertama di Indonesia dan ditempatkan di Jakarta, apalagi SJI sudah ‎berdiri pada 13 daerah di Indonesia. Hanya saja mereka masih terkendala dengan persyaratan pendirian Sekolah Tinggi, sehingga membutuhkan pengalaman dari Rektor USN Kolaka yang sudah terbukti membawa USN dari nol hingga menjadi perguruan tinggi negeri.
“Kami akan membuat sekolah tinggi berciri khas Jurnalistik di Indonesia. Saat ini proses pengurusannya sementara berjalan,” kata Marah Sakti.
Marah Sakti mengungkapkan, sebenarnya ketua umum PWI Pusat Margiono ingin sekali bertemu dengan Azhari membicarakan pendirian sekolah tinggi, hanya karena keterlambatan jadwal yang ditentukan dan banyak urusan, terutama menghada‎pi Hari Pers Nasional (HPN) di Nusa Tenggara Barat tanggal (9/2), terpaksa keduanya tidak bisa dipertemukan.
“Tadi disini ada pak ketua umum Margiono dan pak Dahlan Iskan. Sebenarnya mereka ingin sekali berdiskusi dengan Pak Rektor, hanya saja karena sibuk, mereka tinggalkan kantor,” ungkap Pimpres program cek and ricek ini.
Sementara itu Azhari mengungkapkan, dirinya datang memenuhi undangan PWI ‎Pusat meski mengalami keterlambatan karena harus menghadiri terlebih dahulu penutupan Rapat Kerja nasional di Serpong, karena melihat semangat dan niat baik pengurus PWI dalam memajukan dunia jurnalistik di Indonesia.
“Saya tertarik membicarakan ini karena memiliki kekhususan, apalagi jurnalistik merupakan pasar PWI sendiri dan tidak memiliki saingan dalam membuat program study seperti universitas saat ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Azhari menceritakan bagaimana dirinya mampu membawa Sekolah Tinggi Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) ‎menjadi Universitas dalam waktu enam bulan, dimana saat itu STKIP tidak memiliki aset sama sekali. Dengan bermodal Rp 200 juta pemberian Pemkab Kolaka dan staf dua orang. Begitupun dalam waktu 9 tahun lebih menjadikan USN menjadi Universitas negeri pada tahun 2014.
Setelah dilakukan diskusi panjang lebar, PWI memutuskan akan membuka program komunikasi jurnalistik dan manajemen jurnalistik. Rencananya program ini akan dibuka pendaftarannya pada tahun ajaran 2016/2017, dimana Mahasiswanya akan kuliah sementara di kantor dewan Pers lantai 4 yang juga kantor PWI Pusat. (A Arsyad)
Ketgam:

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *