Home » Berita Terpopuler » Kesbangpol Himbau Waspadai LSM Gadungan

Kesbangpol Himbau Waspadai LSM Gadungan

Kolaka,mysultra.com
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kolaka menghimbau masyarakat untuk mewaspadai organisasi masyarakat (ormas) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ‎gadungan dan tidak terdaftar.
“Dari hasil sosialisasi ‎peningkatan kapasitas dan partisipasi ormas atau LSM dalam pembangunan, kami menemukan adanya keluhan warga terkait tindak tanduk LSM gadungan,” kata Kabid hubungan kelembagaan Kesbangpol Made Amin, Raabu (26/8/2015)
Menurut Made Amin, kegiatan sosialisasi yang mereka lakukan pada 12 kecamatan, semata-mata untuk membangun kemitraan antara pemerintah dan ormas/ LSM mulai tingkat kabupaten, hingga pelosok desa, guna mengambil peran dan berpartisipasi dalam pembangunan kabupaten Kolaka.
Untuk lebih meyakinkan dan mengetahui apa itu ormas atau LSM, ‎dalam sosialisasi Kesbangpol melibatkan pemateri dari LSM yang ada di kabupaten Kolaka yang tergabung dalam forum komunikasi LSM, dimana mereka mengutus tiga pengurusnya masing-masing ketua LSM Lingkar Demokrasi Rakyat (Lider) Sultra Herman Syahruddin, ketua LSM Forsda Djabir dan ketua LSM kontak Indonesia Edo Hermanto.
Melalui kegiatan ini, selain mensosialisasikan penerapan UU nomor 17 tahun 2013 tentang ormas dalam melaksanakan fungsinya, sekaligus mensosialisasikan 9 program prioritas utama dan program SMS Berjaya yang dipertajam melalui kegiatan Gemari dan bupati temu rakyat.
“Ternyata dari hasil sosialisasi pada 12 kecamatan, terungkap masih ada masyarakat yang belum  mengetahui program pemerintah, serta tugas dan fungsi LSM,” ungkap Made Amin.
Ditempat terpisah ketua LSM Lider Sultra Herman Syahruddin membenarkan selama membawakan materi, ditemukan persoalan yang sering dihadapi masyarakat terkait masih adanya oknum LSM yang melakukan pemerasan dan intimidasi beberapa pejabat desa dan kades dengan pola pragmatis mencari keuntungan berkedok pendampingan masyarakat. Cara-cara seperti ini jelas merusak pencitraan LSM di mata masyarakat.
“Jadi pola yang dimainkan oleh LSM gadungan dengan cara mendatangi kades atau kasek meminta sesuatu. Sebelumnya mereka mencari kesalahan dengan melakukan negosiasi yang ujung-ujungya duit. Bahkan terkadang mengambil kewenangan penyidik dengan memaksa meminta data berdali transfaransi publik,” ungkapnya.
Karena itu Herman menghimbau Kades maupun Kasek yang diperas oleh LSM gadungan supaya melapor kepihak berwajib, mereka siap mendampingi. Begitupun berharap Kades maupun Kasek untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum, sehingga mudah diperas oknum LSM yang tugasnya mencari kesalahan dan ujung-ujungnya melakukan bargening. (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *