Home » Berita Terpopuler » Kemenkumham Gandeng Jasaraharja Sosialisasi HAM

Kemenkumham Gandeng Jasaraharja Sosialisasi HAM

Konawe – Mysultra

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Diseminasi atau sosialisasi hukum dan HAM dengan menggandeng Jasa Raharja Sultra, di Kampus Universitas Lakidende (Unilaki), Unaaha Kabupaten Konawe, Senin (14/9).

Sosialisasi yang bertema meningkatkan pamahaman untuk mewujudkan masyarakat budaya  HAM, diikuti 60 peserta mahasiswa dan dosen Unilaki. Sedikitnya 4 isu utama menjadi diskusi bagi peserta terkait hak asasi serta peran PT. Jasa Raharja dalam penerapan undang – undang 33 dan 34 tahun 1964.

Ke 4 isu yang menjadi bahan diskusi peserta sosialisasi atau diseminasi HAM yakni, partama Pengertian HAM, Kondisi HAM di Indonesia, Kewajiban dan tanggungjawab Pemeritah dalam prespektif HAM dan hubungan hokum dan HAM.

Menurut Kepala Bidang HAM Kemenkumhan Sultra, Sunyoto, SH.MH , pengertian HAM berdasarkan deklarsi dan mandat undang – undang dasar (UUD) 1945 terbagi tiga yang tak terpisahkan.”HAM  diartikan suatu kebenaran dan kewenangan, asasi yakni, hal yang mendasar yang tidak boleh tidak ada, sedangkan manusia mahluk yang hidup sejak dalam kandungan,” jelas Sunyoto dihadapan peserta diseminasi.

Dijelaskan,dalam diseminasi tersebut, prinsip HAM merupakan quadrat yang berarti anugrah dari tuhan hidup manusia tetap terhormat. Hakiki artinya segala yang melekat pada manusia tanpa memandang latar belakang kehidupannya, universal atau berlaku umum. equality indivesibel diartikan tidak dapat diwakili atau dipisah – pisah dari pemiliknya.

Sedangkan Interdependent diartikan saling ketergantungan dan keterkaitan, accountability sebagai pemangku kewajiban dalam Negara hukum sehingga pemerintah wajib mematuhi hak yang berlaku dan participaty inclusion berarti setiap orang berhak berpartisipasi mengakses informasi  terkait proses pembuatan keputusan yang berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan hidupnya.

Dalam diskusi disenminasi atau sosialisasi HAM, seorang peserta, Rezky, mahasiswa hukum Unilaki Konawe mengatakan, dirinya sering mendengar penegakan HAM masih tebang pilih, khusunya bagi narapidana atau tahanan.

“Kita sering melihat dan mendengar perlakuan yang tidak adil bagi narapidana atau tahanan yang berduit dan yang miskin, perlakuan dan pelayanannya dibedakan, apakah ini pelanggaran HAM.”? Tanya Rezky.

Pihak Kemenhkumham Sultra berharap, jika mendengar dan mengalami atau mengindikasikan adanya pelanggara HAM, sebaiknya dilaporkan secara resmi.

Sementara itu, pihak Jasa Raharja Sultra dalam mensosialisasikan Undang – undang (UU) 33 dan 34 tahun 1964 menjelaskan dua poin penting yang menjadi dasar melaksanakan tugas yang diamantkan UU tersebut.

Ke 2 amanat UU tersebut adalah, memberikan santunan dan menghimpun, mengolah dana dari masyarakat guna memenuhi pemberian hak warga atas santunan.

Acara yang berlngsung sekitar pukul 09.30 wita dismbut antusias oleh para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Diharapkan kegitan tersebut menjadi agenda tahunan.(Mas`ud)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *