Home » Berita Terpopuler » Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan KASUS Penjualan Blanko KTP-el Dan ditemukannya KTP- el di hearts karung di Daerah Duren Sawit, Jakarta Timur.
Pertama, Tjahjo memberikan penjelesan, bahwa database kependudukan tidak jebol. Dengan ditemukanya penjualan 10 (sepuluh) Blangko KTP-el secara online adalah murni tindak pidana pencurian.
“Kasus penjualan KTP-el secara online tidak berpengaruh terhadap database kependudukan karena hanya menjual blangko KTP-el dan tidak dapat mengakses data kependudukan” tegasnya
Mendagri Tjahjo juga Menyampaikan bahwa Blangko KTP-el yang tidak dapat digunakan untuk kartu identitas asli. Sebab, KTP-el hanya bisa.dicetak.oleh jajaran dukcapil yg memiliki mesin cetak khusus yg sdh diprogram.dan memiliki.hak akses database kependudukan.
Tindak lanjut Investigasi Terhadap penjual Blanko kTP- el through online, Tjahjo menuturkan bahwa “Pelaku Penjualan KTP-el Sudah teridentifikasi Dan Sudah ditangkap Polisi. Perbuatan Pelaku murni Tindak Pidana”, ujarnya.
Kedua, dalam kasus lain, terkait ditemukannya KTP-el di dalam karung di daerah Duren Sawit Jakarta Timur, yang membahas 2.158 keping sampai saat ini masih dalam proses penyelidikian pihak kepolisian, baik pelaku maupun motifnya.
“Mengenai Yang ditemukan di Duren Sawit, Jakarta Timur, diduga KUAT ADA Unsur kesengajaan KARENA KTP.rusak / invalis tsb dibuang ditempat yg Mudah terlihat Oleh ‘masyarakat, Dan jarak pagar Waktu peristiwanya Hanya berselang Sehari Dari KASUS Penjualan 10 blangko via online Dan Sekarang sedang dilacak Oleh kepolisian.
Dari kedua kasus tersebut, Tjahjo menyampaikan upaya diskriminasi agar tidak terulang.
Pertama, Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Jajaran Dibawahnya melakukan pembenahan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan KTPel. Pengawasan secara serenjang diperketat.
Kedua, secara eksternal perlu ada peran dan fungsi-fungsi yang sama dari setiap pemograman, cetak, dan praktik pemalsuan dokumen dalam hal ini KTP-el. Dan dapat melaporkan ke Hotline 15000537.
Ketiga, gunakan card reader dan hak akses data kerjasama dengan Dukcapil.
Keempat, semua KTP-el yang sudah tidak terpakai harus memotong agar secara tidak dapat digunakan lagi, tungkas Tjahjo.
Lebih lanjut lagi, Kapuspen Kemendagri Bahtiar Menyetujui penegasan kembali dari dari kasus lain yang memungkinkan dilakukan murni KTP-el.
Pertama, Pencurian 10 Blangko KTP-el yang dijual online sudah berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.
Kedua, adanya oknum yang secara sengaja menghapus KTP rusak atau tidak berlaku tahun 2011, 2012 dan 2013 di daerah Duren Sawit Jakarta Timur, yang merupakan upaya guna memperkeruh suasana, membersihkan menjelang Pemilu Serentak 2019.
“Dari kata kata adalah perbuatan pidana.
Dan tidak ada pesan dengan itu
Pemilu.Kita percaya kepada pihak kepolisian yang sedang mengusut tuntas dan menghilangkan para pelaku.
Masyarakat dan kita semua harus mencari aktor yang sedang melakukan yang sengaja memanaskan semangat saat ini “, pungkasnya.


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Astro-Maxis-Palu pix

Astro dan Maxis Galang Dana Bantuan untuk Korban Tsunami di Sulawesi

 Menanggapi inisiasi Perdana Menteri Malaysia, YAB Tun Dr Mahathir Bin Mohamad untuk negara-negara di ASEAN untuk ...