Home » Berita Terpopuler » Keluarga Bupati Punya Kamar Pribadi di Puskesmas
Salah satu kamar yang telah di siapkan oleh Puskesmas Pondidaha buat keluarga Bupati Konawe di saat sedang sakit, dan tidak boleh diisi oleh pasien lain.

Keluarga Bupati Punya Kamar Pribadi di Puskesmas

UNAAHA, MYSULTRA.COM – Miris, keluarga Bupati Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra), Kery Saipul Konggoasa disiapkan kamar khusus di Puskesmas Pondidaha jika ada yang sakit dan kamar tersebut tidak bisa diisi oleh pasien lain jika ada yang bakal di rawat inap di puskesmas itu.

Diketahuinya kamar tersebut khusus disiapkan keluarga Bupati, setelah adanya salah seorang pasien yang bakal di rawat inap. Sebelumnya pasien yang bersangkutan di tunjukan kamar nomor lima, tapi kondisi kamar tersebut terlalu sempit hingga pasien tidak merasa nyaman, lalu keluarga pasien meminta untuk pindah di kamar nomor tiga.

Spontan salah seorang perawat yang tidak diketahui namanya mengatakan, jangan di situ, karena itu kamar khusus untuk keluarga bupati, keluarga pasienpun tertunduk sabar dan mengelus dada.

“Saya tidak habis pikir kalau harus ada kamar khusus yang disiapkan oleh puskesmas pondidaha buat keluarga bupati yang sakit, kenapa kasian harus dibeda bedakan?,” ungkap salah seorang pasien yang enggan menyebutkan namanya.

Keluarga pasien yang  ditemui oleh awak MY.SULTRA.COM sangat kecewa dengan kejadian itu. Bahkan dia merasa sangat di anak tirikan, dan baginya mengapa harus ada pembedaan antara keluarga Bupati Konawe dan masyarakat lain.

“Kita juga ini membayar kalau masuk rumah sakit, jadi apa bedanya dengan keluarga bupati, apa mungkin pembayarannya mereka dua kali lipat dari pembayaran kami, yang ada juga gratis,” ungkapnya.

Dia juga menyayangkan, bangunan Puskesmas yang baru saja di bikin itu sudah mulai rusak, terlihat mulai dari tehel-tehel dalam WC yang sudah rusak, bahkan hampir setiap kamar tidak mempunyai lampu, mulai lampu ruangan inap sampai lampu WC. Sehingga pasien saat masuk WC harus menggunakan senter HP.

“Bukan saja cuma itu, kalau mati lampu puskesmas hanya siapkan gengset untuk ruangan perawat saja, sedangkan di ruangan pasien gelap, jadi kalau mati lampu keluarga pasien harus beli lilin,” jelasnya.

Salah seorang perawat di Puskesmas Pondidaha saat di temui oleh awak MY.SULTRA.COM mengatakan, tidak dibolehkannya pasien rawat nginap di kamar tiga yang memang telah di sediakan khusus untuk keluarga Bupati, di perintahkan oleh Kepala Puskesmas Pondidaha.

“Memang kepala puskesmas yang  perintahkan untuk tidak masuk di kamar tiga,” ungkap salah seorang perawat yang enggan di sebutkan namanya.

Penulis: Rido

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *