Home » Berita Terpopuler » Kampung Cokelat Mendapat Pujian dari Gubernur Sultra
Kampung cokelat yang dicanangkan Bupati dan wakil Bupati Kolaka di kelurahan Balandete, kecamatan Kolaka.

Kampung Cokelat Mendapat Pujian dari Gubernur Sultra

KOLAKA, MY SULTRA.COM – Kampung cokelat yang dicanangkan Bupati dan wakil Bupati Kolaka di kelurahan Balandete, mendapat pujian dari Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H Nur Alam.
Usai meresmikan kampung cokelat atau kakao, senin (25/4/2016) sore, Nur Alam mengungkapkan kalau kampung cokelat merupakan terobosan bagus di bidang pengembangan agrowisata untuk meningkatkan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten Kolaka.
“Konsepnya sangat bagus, terdapat sarana wisata, edukasi serta peningkatan PAD bagi Pemda Kolaka,” puji Nur Alam.
Menurut Gubernur, Kolaka dengan potensi tanaman cokelatnya yang melimpah, sudah sepatutnya dikelola bukan lagi sebagai produk perkebunan semata, namun potensi yang ada dikembangkan dalam bentuk agrowisata‎, apalagi konsumsi jasa dalam bentuk komoditas wisata bagi sebagian masyarakat negara maju dan masyarakat Indonseia telah menjadi salah satu kebutuhan.
“Kecenderungan pemenuhan kebutuhan dalam bentuk menikmati obyek-obyek sepesifik seperti udara yang segar, pemandangan yang indah, pengolahan produk secara tradisional, maupun  produk-produk pertanian modern dan spesifik menunjukkan peningkatan yang pesat,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan Kolaka, H Bahrun Hanise mengungkapkan, kampung cokelat ini berada pada lokasi tanaman cokelat masyarakat seluas 300 hektare. Ini nantinya akan dijadikan kebun percontohan, baik terutama perawatan kebun cokelat  yang baik.
“Kampung cokelat akan menjadi sarana pendidikan dan pembelajaran bagi petani dalam meningkatkan hasil produksi tanaman, sehingga bisa bersaing dengan tanaman perkebunan lainnya. Jadi ‎pemerintah mengalokasikan satu hektare untuk dijadikan tempat masyarakat belajar mengenai tanaman kakao,” ungkap mantan Kadispenda Kolaka ini.
Selain itu, kawasan kampung cokelat juga akan berfungsi sebagai”ecopark” dengan menawarkan sarana edukasi rekreasi bagi pengunjung dengan pendekatan “green lifestyle” dalam mengeksplorasi pengetahuan botani. (A Arsyad)

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *