Home » Berita Terpopuler » Kabupaten Konawe Kepulauan Butuh Figur Netral

Kabupaten Konawe Kepulauan Butuh Figur Netral

Drs.Basrim Suprayogi, seorang tokoh dan sesepuh daerah setempat

Kendari –  MySultra:

Kabupaten Konawe Kepulauan membutuhkan seorang figur pemimpin yang berpikir netral dalam usaha mempercepat gerak laju pembangunan di daerah tersebut. “Karena itu jangan dikotomi putra daerah dalam menentukan seorang figur pemimpin yang akan membangun daerah tersebut ke depan,” kata Drs.Basrim Supyogi seorang tokoh dan sesepuh daerah tersebut.

Menurut mantan pembantu Bupati Pulau Wawonii (Sekarang Kabupaten Konawe Kepulauan) priode 1991-1993 itu bahwa, jika daerah itu dimotori seorang pemimpin yang kurang netral dalam mengendalikan roda pemerintahan dan pembangunan  atau alias  ambisi kedaerahan, praktis pemerataan pembangunan relatif tidak akan  berjalan sesuai yang diharapkan.

Jika itu yang terjadi maka  ada wilayah yang lebih cepat maju, dan wilayah lainnya masih tertinggal. Sebab muncul egois kedaerahan yang menyebabkan pemerataan pembangunan tidak berjalan secara simultan. Ada wilayah tertentu yang pembangunannya cepat berkembang dan rakyatnya cepat meningkat kesejahteraannya, sementara wilayah tertentu lainnya nampak tertinggal. Belum lagi bila  muncul pemikiran wilayah-wilayah  kerajaan setempat harus menjadi prioritas ,” kata mantan politisi PKS itu.

Masyarakat Wawonii, kata Basrim, perlu menyadari  serta melakukan evaluasi dalam menentukan figur pemimpin yang akan membangun masa depan daerah itu. Pembangunan di Kabupaten Konkep sekarang, kata Basrim. menunjukan suatu kemajuan sangat signifikan.

Kemajuan pembangunan di Wawonii, kata Basrim, harus diakui diakui karena dimotori seorang figur pemimpin yang berpikir  netral dan konferhensif dalam membangun daerah tersebut. Selain itu pula memiliki sifat kepemimpinan yang konsepsional dan visioner. Karena itu pembangunan berkembang sesuai yang didambakan masyarakat. Seperti pembangunan sarana dan prasarana dasar berupa infrastruktur jalan lingkar dan prasana jalan dalam kota mulai terbangun, yang menyebabkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat bergerak secara dinamis.  Kemudian  menyusul pembangunan Penerangan listrik telah merambah perdesaan, pembangunan air bersih ditingatkan pelayannanya dan sebagainya.

Padahal,  sebagai mana diketahui daerah pmekaran baru itu, kata Basrim,  hanya  mengandalkan bantuan dana dari kabupaten induknya yang sangat terbatas. Namun kepemimpinan yang ada sekarang mampu  memutar otak untuk membangun daerah itu, cepat berkembang .

“Keberhasilan pembangunan  yang dicapai itu, belum tentu, bisa dilakukan oleh semua orang. Karena itu kepemimpinan yang ada sekarang  perlu berkelanjutan, jika menghendaki daerah itu cepat maju dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegas mantan Karo Humas Prov.Sultra tersebut, serta seraya menambahkan, bahwa, dengan keberhasilan  itu menunjukan sifat seorang pemimpin  yang berpikir konferhensif dan netral  serta tidak punya ambisi kedaerahan. “Karena itu masyarakat perlu mempertahankan pola kepemimpinan yang berkelanjutan itu, serta jangan ada dikotomi putra  daerah dan non putera daerah  dalam menentukan pemimpinnya untuk membangun masa depan daerah itu,” himbau Basrim. (Ichsan Lemba)

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *