Home » Berita Terpopuler » Ini Tanggapan Rektor Terkait Penetapan Tersangka Proyek Pagar ‎USN
Rektor USN Kolaka, Azhari melakukan jumpa pers terkait kasus proyek USN
Rektor USN Kolaka, Azhari melakukan jumpa pers terkait kasus proyek USN

Ini Tanggapan Rektor Terkait Penetapan Tersangka Proyek Pagar ‎USN

KOLAKA,MYSULTRA.COM – Terkait ditetapkannya salah seorang staf Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sebagai tersangka kasus proyek pembangunan pagar USN, membuat Rektor USN Kolaka Dr Azhari angkat bicara.

Azhari dalam konfrensi persnya, senin (11/4/2016) di kantornya mengungkapkan, kasus yang membuat mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) USN berinisial ZK dijadikan tersangka, bermula dari adanya barang bukti berupa kwitansi pengembalian dana pekerjaan yang diminta oleh konsultan kepada para pekerja, karena tidak sesuai volume pekerjaan ditemukan pihak kejaksaan negeri Kolaka, ternyata tidak diserahkan ke kas negara.

Jauh hari ‎sebelum kasus ini terjadi, Rektor sempat mendapati pertemuan yang dilakukan oleh konsultan pekerjaan dengan keempat pekerja pagar. Pada pertemuan itu ditemukan bahwa ada dana kelebihan yang diberikan pada para pekerja yang tidak sesuai item pekerjaan dan volumenya. Saat itulah diminta kepada pekerja untuk mengembalikan kelebihan dana ke negara supaya tidak terjadi penyimpangan.

“Yang ditahan harusnya pelaksana pekerjaan, kenapa harus tahan anggota saya, berarti anggota saya terlibat donk,” katanya.

Staf USN dan konsultan pekerjaan yang berinisial R dijadikan tersangka menurut Azhari, pada ‎pekerjaan yan tidak bermasalah, bahkan pekerjaan fisik yang paling bagus di USN. Cuma karena adanya kelebihan dana dari pekerjaan yang dikembalikan dan tidak disetor ke kas negara. Entah itu yang menerima dana adalah kontraktor, konsultan ataukan PPK nya.

Karena kasus ini sudah jalan, Rektor meminta kepada staf yang sudah dijadikan tersangka ataukah yang jadi saksi, hendaknya berkata jujur dan tidak menutupi sesuatu, apalagi menutupi untuk memperberat diri sendiri dan menguntungkan orang lain. Kalau mau loyal pada atasan, bukan lagi pada tempatnya, sebab saat dijadikan tersangka sudah di non aktifkan sebagai pegawai dan begitu terpidana, akan dipecat sesuai aturan kepegawaian.

“Bongkar saja siapa yang menurut anda bersalah, tapi jangan fitnah karena hukum itu ada kriterinya. Harus ada bukti dan saksi. Siapa yang menanam dia yang memanen, siapa yang mencincang dia yang memikul. Anda berbuat, Anda bertanggungjawab,” tegasnya.

‎Azhari meminta semua pihak untuk tidak menjustifikasi bersalah tersangka proyek pagar USN, sebab kasus ini masih berproses, karena ini bersentuhan dengan keluarganya, baik itu istrinya dan anaknya. Hendaknya semua menjunjung asas praduga tak bersalah.

‎Azhari juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kolaka, masyarakat Sultra dan Menristek Dikti karena belum maksimal membina dan menjaga pegawainya, meskipun sudah menekankan dengan berbagai cara, untuk menghindari korupsi, tapi faktanya masih terjadi hal itu.

“Saya berterima kasih pada kejaksaan yang telah memberikan tindakan pembinaan pada pegawai USN, karena hukum bukan sekedar menghukum tapi juga pembinaan. Tapi kalau sudah tidak bisa dibina harus dihukum,” kata Azhari.

Sebelumnya Kejari Kolaka sudah menetapkan dua tersangka pembangunan pagar USN Kolaka senilai Rp 1,7 milyar dengan indikasi kerugian negara sekitar Rp 300 juta, dengan tersangka SK dan R.

Penulis: (A Arsyad)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

yusril

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *