Home » Headline » Hugua Prihatin Jika Status BOP Wakatobi Dicabut
Pulau Wangi-wangi
Pulau Wangi-wangi

Hugua Prihatin Jika Status BOP Wakatobi Dicabut

KENDARI, MY SULTRA.COM – Mantan Bupati Wakatobi dua periode (2006 – 2016) yang juga tokoh utama  yang melahirkan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Wakatobi  sangat prihatin  jika status BOP Wakatobi tersebut dicabut oleh Pemerintah Pusat pada Bulan  September 2017  ini .

Hal ini diungkapkan Hugua setelah diwawancarai oleh beberapa awak media berkaitan dengan eksistensi BOP Wakatobi.  Hugua mengatakan hal tersebut berdasakan keterangan dari Pak Nur Alam,  Gubernur Sultra non aktif pada saat Hugua mengadakan silaturrahim ke kediaman beliau saat Idul Fitri beberapa minggu lalu  bahwa jika Pemda Wakatobi tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta khususnya ketersediaan tanah bagi kawasan pengelolaan BOP hingga Bulan September  2017 ini,  maka status BOP  Wakatobi akan dicabut oleh Pemerintah Pusat.

“Sekarang sudah bulan Juli minggu terakhir  dan mestinya soal tanah tersebut     sudah pada tingkat penyelesaian dokumen legal di Badan Pertanahan Nasioanal . Itu baru jelas dan terukur hasilnya , tapi sejauh ini masih  dalam tahap wacana dan retorika bahwa masalah tanah tersebut sedang diproses .” ujarnya.  Hugua sangat ragu dan BOP Wakatobi terancam dibatalkan .

Hugua  selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra telah memerintahkan Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Wakatobi untuk  bersungguh sungguh mengawal program ini karena hal ini disamping sebagai program nasional, juga sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Hugua mengingatkan bahwa proses pencapaian predikat Wakatobi masuk salah satu dari 10 Top Destinasi Pariwisata Nasional bukan hadiah dan isapan jempol belaka akan tetapi upaya optimal yang berdarah darah  oleh pemerintah dan rakyat Wakatobi selama 10 tahun . “Jadi jika hal ini  gagal maka   merupakan kerugian luar biasa buat Wakatobi dan Pemerintah Daerah dan Wakil Rakyat  tersebut harus bertanggung jawab pada rakyat pemilihnya” kata Hugua

Hugua menghimbau kepada semua  pihak khususnya  pemilik tanah yang masuk dalam kawasan BOP dan lembaga adat serta semua pemangku kepentingan untuk membantu Pemda dalam masalah penyelesaian berbagai masalah terkhusus masalah  tanah tersebut . Kita mesti bersungguh – sungguh karena kalau ini gagal maka  generasi sekarang dan  yang akan datang akan mengutuk kita ,  imbuhnya.

Hugua mengingatkan pada masyarakat Wakatobi bahwa rencana investasi pemerintah dan swasta dengan adanya BOP Wakatobi tersebut sebesar 20,5 Trilium rupiah hingga tahun 2019, dan tentu Invesatasi tersebut akan dibangun di atas tanah kawasan BOP Wakatobi tersebut.  Angka investasi tersebut sangat fantastis buat mengangkat kesejahteraan Masyarakat  Wakatobi kenang Ketua Asosiasi Pemerintah Daerah  Maritim 6 Negara (CTI)  meliputi  Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua Nugini , Kepulauan Salomon dan Timor Leste. (Dir)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

yusril

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...