Home » Berita Terpopuler » Herman Tapahary Tokoh Yang Menginspirasi Wartawan
Ketua DKP PWI Maluku, Herman Tapahary (Kacamata) (Foto Sudirman D/Mysultra.com)
Ketua DKP PWI Maluku, Herman Tapahary (Kacamata) (Foto Sudirman D/Mysultra.com)

Herman Tapahary Tokoh Yang Menginspirasi Wartawan

60 tahun menekuni profesi wartawan bukanlah waktu yang sedikit. Itulah Herman Tapahary, wartawan suara Harian Suara Maluku. Kini usianya sudah kurang lebih 85 tahun, namun masih aktif membaca dan terus menulis, bahkan aktif di organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Ia tampak sehat dan masih bugar ketika hadir disebuah hotel bintang empat di Jakarta pada acara Rapat Kerja Nasional (rakernas) para Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI yang berlangsung 12 – 14 Desember 2017 lalu. Maklum dia memang ,masih menjabat Ketua DK Provinsi Maluku.

“Acara ini sangat, sangat  penting, karena forum semacam ini setahu saya baru pertama kalinya selama kurang lebih 10 tahun saya menjadi Ketua DKP PWI Maluku, atau mungkin ada pertemuan tapi saya tak tahu, mungkin tak di beri tahu, barangkali karena Maluku dianggap masih jauh dari Jakarta. Kali ini saya datang karena mendapat undangan dan saya biaya sendiri, bukan biaya organisasi  karena pertemuan ini saya pikir sangat penting, “ katanya ketika diberi kesempatan memberikan pandangan umum.

Ayah yang dikaruniai 3 orang anak dan 10 orang cucu ini mengakui terus terang tak suka mendapat pertanyaan soal berapa umurnya.”Sebenarnya saya paling tidak suka ditanya umur, tapi pertanyaan itulah yang sering dilontarkan setiap orang yang baru bertemu saya. Soalnya saya berusaha melupan berapa sudah umur saya,” katanya yang kontan disambut Geeerrr para wartawan peserta rakernas.”Beliau hari ini telah menginspiasi kita semua” ujar Ilham Bintang, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.

Mengenai rahasia mengapa dia tetap sehat bugar dan panjang umur, Herman bertutur, “ Saya rajin membaca dan menulis, meskipun secara alamiah sudah mulai ada yang saya lupa atau gampang lupa. Tapi saya terus membaca dan menulis berita atau apa saja yang saya anggap perlu di tulis,” ujarnya. “Pasti tidak merokok’” ujar  wartawan lain menimpali. “Saya perokok” kata Herman yang kontan di jawab koor Huuu …. seolah mereka mendapat jawaban yang tidak diharapkan.

Herman mengaku sudah aktif sebagai wartawan mulai zaman orde lama, orde baru, orde reformasi hingga zaman now. Ia masih ingat   Ketua PWI Pusat  di zamannya Zulharmas sebelum Harmoko. Ia juga menyebut Jakoeb Utama, pemilik Kompas serta beberapa tokoh pers senior lainnya.

Ada beberapa agenda penting Rakernas DK PWI yang dihadiri para Ketua dan Sekretaris DKP seluruh Indonesia, termasuk diantaranya Herman Tapahary. Selain menggarap Draf Perubahan Kode Etik Jurnalistik PWI, yang sudah ada, juga membahas dan merumuskan Draf Kode Prilaku Wartawan Anggota PWI.

Kode Prilaku Wartawan ini merupakan hal baru, yang mengatur kewajiban dan larangan bagi wartawan khususnya anggota PWI,  sekaligus untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman now. Kode Prilaku mengatur lebih rinci kewajiban dan larangan bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya. Tentu saja hal hal yang belum diatur dalam kode etik jurnalistik.

Penulis : Sudirman Duhari


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Bupati dan Wal Bupati Busel

Mendagri Tunjuk La Ode Arusani Sebagai PLT Bupati Busel

KENDARI, MYSULTRA.COM -Menteri Dalan Negeri Tjahyo Kumolo akhirnya menunjuk La Oe Arusani, Wakil Bupati Buton ...

Bupati Buton Selatan Agus Faisal

Bupati Buton Selatan Ditangkap KPK

BATAUGA, MYSULTRA.COM – Bupati Buton Selatan  (Busel) Agus Faisal Hidayat ditangkap KPK melalui Opersi Tangkap ...