Home » Berita Terpopuler » Harga Bensin di Wakatobi Mencapai Rp 50.000 Per Liter
Mantan Bupati Wakatobi Hugua meninjau pembangunan SPBU Mini di dekat Bandara Matahora
Mantan Bupati Wakatobi Hugua meninjau pembangunan SPBU Mini di dekat Bandara Matahora

Harga Bensin di Wakatobi Mencapai Rp 50.000 Per Liter

WAKATOBI, MYSULTRA.COM-  Kelangkaan  Bahan Bahan Bakar Minya (BBM) di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengakibatkan harga melabung tinggi hingga mencapai Rp 50.000 per liter. Masyarakat secara terpaksan harus membelinya karena tak ada alternatif lainnya.

La Rahimu , nelayan penangkap ikan cakalang di Desa Matahora mengaku sudah 7 hari tidak melaut kerena tidak ada bahan bakar bensin dan solar . Kalau toh ada BBM dengan harga tinggi dan tidak mungkin membelinya  karena sudah dipastikan rugi .” Yah sebaiknya saya istirahat saja nanti harga BBM stabil lagi baru melaut,”  ujarnya kesal .
Senada dengan itu Abd Rasyid staff dari salah satu perusahaan penyelenggara Hotel dan Diving mengatakan bahwa ada beberapa kapal dan kenderaan darat yang terpaksa tidak beropersi karena ketiadaan BBM dan ini sangat mengganggu bisnis mereka.

Mantan Bupati Wakatobi dua periode (2006-2016), Hugua dalam keterangannya kepeda mysultra.com,Kamis (31/08/2017) mengatakan, kelangkaan BBM selalu terjadi sewaktu waktu karena masalah rentan kendali antara Depot Pertamina yang terletak di Pulau Buton dan Wakatobi sebagai daerah kepulauan yang terletak jauh di antara Laut Banda dan Laut Flores . Jadi kalau ada masalah cuaca atau ombak besar atau kapal transportir terkendala operasi maka pasti menimbulkan masalah kelangkaan BBM di lapangan,  ujarnya .

Hugua yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra dan Calon Gubernur Sultra (2018 – 2023) meyakini bahwa kelangkaan BBM ini akan teratasi dengan beroperasinya salah satu SPBU/APMS yang terletak di sekitar Bandara Matahora yang dalam tahap finalisasi sekarang . SPBU tersebut dalam desainya dapat berfungsi sebagai Depot Mini Pertamina sehinga dapat menetralisir harga pasar jika ada kelangkaan BBM di lapangan.

Lebih lanjut Hugua yang juga sebagai Ketua Tim Sukses Pemenangan Jokowi – JK Sultra pada Pilpres lalu, mengatakan bahwa Status SPBU/ APMS tersebut masuk dalam skema BBM Satu Harga oleh Pertamina Pusat sehingga ia menjadi pendukung utama dalam merealisasikan Program BBM Satu Harga sebagai bukti komitmen Pemerintahan Jokowi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan terisolir khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Edison SH . Salah seorang Pengusaha lokal menyambut gembira keberadaan SPBU/SPMS tersebut karena akan sangat mendukung posisi Wakatobi sebagai 10 Top Destinasi Pariwisata Nasional dengan pendekatan Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Wakatobi.(*/Dir)

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

ilustrasi kekerasan pers

Iwo Banten Kecam Aksi Kekerasan Politi Terhadap Wartawan

SERANG – MYSULTRA.COM – Aksi kekerasan polisi terhadap wartawan yang sedang bertugas kembali terjadi di ...

Industri kreatif

Perindag Sultra Terus Tingkatkan Daya Saing Produk Kreatif Lokal

KENDARI, MYSULTRA.COM –Dinas Perindag Sulawesi Tenggara (Sultra)  terus meningkatkan daya saing produk  kreatif  lokal agar mampu bersaing di ...