Home » Berita Terpopuler » Harapan Dibalik Kunjungan Presiden Jokowi di Kendari

Harapan Dibalik Kunjungan Presiden Jokowi di Kendari

Kunjungan Presiden Jokowi di Kendari Kamis (6/11/2014) lalu benar-benar disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat  kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Disepanjang jalan yang dilalui presiden dan rombongan, nampak dipadati ribuan warga. Mereka memberi hormat dan menyambut hangat kedatangan presiden RI yang ketujuh itu dengan melambaikan tangan.

Bahkan beberapa diantaranya tidak saja reka menunggu berjam-jam ditempat acara tetapi juga rela berdesak desakan hanya untuk berjabat tangan dengan presiden yang baru kurang lebih dua pekan dilantik bersama wakilnya Muhamad  Jusuf Kalla(JK).

Masyarakat berbondong bondong mendatangai tempat acara baih di Hotel Clarion tempat acara pembukaan Munas KAGAMA maupun di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, tempat presiden Jokowi blusukan. “Alhamdulillah saya sudah berjabat tangan dengan presiden” ujar seorang ibu yang nampak keringatan dan lemas karena berjam jam menunggu dan rela berdesak desakan usai berjabat tangan dengan Jokowi bersama ibu negara, Iriana Jokowi.

Dibalik kedatangan Jokowi di Kendari,  memang memicu banyak harapan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. “Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara amat sangat mengharapkan kepada presiden untuk memberi dukungan dan kebijakan khusus antara lain untuk pembangunan pabrik pemurnian nikel dan aspal buton, yang dapat memberi kesejahteraan bagi rakyat,” kata Nur Alam, gubernur Sulawesi Tenggara ketika meberikan sambutan pada acara pembukaan Munas KAGAMA dihadapan presiden.

Dihadapan presiden dan sejumlah menteri yang mendapingnya, orang nomor satu di provinsi ini memaparkan sejumlah potensi Sulawesi Tenggara yang jika diolah dan dikelola secara baik dan optimal, dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Beberapa potensi disebut Nur Alam antara lain Deposit Nikel mencapai 99,4 milyar ton, tambang emas depositnya mencapai 1.125 juta ton dan aspal buton  3,8 milyar ton

“Jika ketiga komoditi pertambangan itu saja dikelola dengan baik sudah bisa menghasilkan uang yang nilainya mencapai Rp 328,65 ribu trilyun’ kata nur Alam

Presiden Jokowi sudah mendengarkan laporan gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, bahkan presiden sempat melakukan dialog dengan sejumlah pejabat di daerah ini, Tak hanya itu, saja presiden sempat menyambangi sejumlah nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera  (PPS) Kendari , sebuah pelabuhan perikanan samudera kedua di Indonesia setelah muara angkel di Jakarta.

Kini masyarakat dan pemerintah menunggu kebijakan presiden yang bisa membawa daerah ini menuju kemajuan dan peningkatan kesejahteraan rakyat (S.Duhari)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *