Home » METRO KENDARI » Gubernur Sultra Ajukan Perubahan APBD 2015 Menjadi Rp 2,325 Trilyun

Gubernur Sultra Ajukan Perubahan APBD 2015 Menjadi Rp 2,325 Trilyun

Kendari –MySultra.Com :

Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam mengajukan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun anggaran 2015  mengalami peningkatan dari Rp2,263 triliun berubah menjadi Rp2,325 triliun yaitu naik sebesar 2,76 persen atau Rp62,376 miliar.
“Komposisi pendapatan daerah terdiri dari PAD semula ditargetkan sebesar Rp533,102 miliar, berubah menjadi Rp539,899 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 1,28 persen,” kata Gubernur Sultra Nur Alam dalam pidato pengantar nota keuangan dan raperda perubahan APBD Sultra 2015 pada paripurna DPRD Sultra, di Kendari, Senin (21/09/2015).
Menurut nur Alam,  kenaikan pendapatan daerah tersebut berasal dari pendapatan pajak daerah sebesar Rp9,883 miliar atau naik sebesar 2,44 persen. Sedang  pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan sebagai penyumbang terbesar pada seluruh komponen pendapatan, semula ditargetkan sebesar Rp1,322 triliun berubah menjadi Rp1,384 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp62.12 milyar atau 4,70 persen. Kemudian kenaikan berasal dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, dan dana alokasi khusus..
Dihadapan sidang dewan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sultra Rahman Saleh, gubernur menjelaskan, pendapatan yang bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah semula ditargetkan sebesar Rp408,179 miliar berubah menjadi Rp401,632 miliar atau mengalami penurunan sebesar 1,60 persen. Pendapatan BLUD rumah sakit umum Bahteramas, akibat kebijakan BPJS, yang mengharuskan penerapapan sistem rujukan regional berjenjang, dimulai dari puskesmas, rumah sakit kabupaten/kota atau rumah sakit lainnya, sebelum dirujuk ke RSU Bahteramas sebagai rumah sakit rujukan provinsi..
Adapun penerimaan pembiayaan pada perubahan APBD tahun anggaran 2015 katanya, semula ditargetkan Rp150,505 miliar, berubah menjadi Rp415,175 miliar, mengalami kenaikan sebesar RP264,670 miliar atau 175,85 persen.
Terjadinya kenaikan tersebut menurut Nur Alam,  berasal dari silpa, yang dimanfaatkan kembali untuk mendanai program dan kegiatan yang tersebar di beberapa SKPD. Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah mengalami perubahan, semula sebesar Rp91,649 miliar berubah menjadi Rp92,818 miliar, mengalami kenaikan 1,28 persen, dipergunakan untuk pembayaran pokok hutang dan penyertaan modal pemerintah  (ICAN/Sudirman Duhari)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *