Home » Headline » Diisukan Tak Diusung PDIP, Begini Tanggapan Hugua
Hugua dan Puan

Diisukan Tak Diusung PDIP, Begini Tanggapan Hugua

KENDARI, MYSULTRA.COM – Beberapa hari terahir ini beredar isu yang menyebutkan bahwa Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra, Hugua tak akan diusung partainya sebagai calon gubernur Sulawesi Tenggara periode 2018-2023. Lalu bagaimna tanggapan Hugua ? . Berikut ini tanggapan Hugua yang disampaikan secara tertulis kepada mysultra.com Rabu (20/09/2017).

“Saya baik baik saja dan pasti pasangan cagub dan cawagub dari PDI Perjuangan akan mantap dan Insya Allah pemenang Pilkada Sultra ke depan “ ujar Hugua dengan santaianya menanggapi berbagai isu miring yang diarahkan padanya . Isu miring tersebut perihal rumor bahwa masih ada orang lain di Sultra yang lebih berkuasa dari dirinya sehingga PDI Perjuangan mengerucut kepada orang lain, bukan kepada dirinya.
“Saya  tegaskan bahwa PDI Perjuangan sangat ideologis dan proses pengambilan keputusan sesui dengan mekanisme dan hirarki partai . Jadi tidak ada peran person di dalamnya kecuali peran sistem “tegasnya .

Soal klaim mengklaim cagub,?  “Gimana bisa klaim ? Hasil survey saja baru akan dipresentasekan di DPP Partai akhir September ini . Saya ini kan Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra dan pasti semua partai memprioritaskan kadernya , kecuali tidak layak baru memilih orang lain ujarnya meyakinkan . Masa sih saya tidak layak ? Gini gini juga adalah mantan Bupati Waktobi 2 Periode dan Wakatobi tidak cuman menggetarkan Indonesia tapi juga menggetarkan dunia” kelakarnya.

Namun demikian Hugua juga menyadari bahwa untuk pasangan cagub/cawagub adalah 100% keputusan di DPP . DPC kabupaten/kota dan DPD partai hanya menjaring calon dan semua calon yang terjaring diserahkan ke DPP Partai. “Keyakinan saya DPP Partai akan mengambil keputusan belakangan setelah komposisi cagub dan cawagub dari partai lain keluar,” terangnya.

Hugua sangat yakin bahwa PDI Perjuangan akan menetapkan pasangan cagub cawagub dengan kriteria utamanya adalah integritas calon sedangkan kriteria lainya itu hanya pelengkap saja. Nilai nilai integritas itu yang selalu ditekankan oleh Ibu Ketua Umum Megawati Sukarno Putri dalam mengusung calon calon pemimpin dan itu biasanya dilihat dari hasil psikotes calon dan rekam jejak selama memimpin.“Integritas itu kan inti dasanya kepemimpinan karena integritas adalah pemimpin yang bertindak berdasarkan pada Hukum – hukum Alam (Tuhan) karena kita hidup dalam alam yang mutlak hukum itu berlaku secara tegas” ujarnya

Hugua juga tidak terlalu merisaukan data data survey yang beredar dimedsos yang menempatkan dirinya pada urutan dua atau tiga . “Bagi saya survey itu harus kita hormati karena satu satunya metode pengambilan data yang ilmiah, namun kalau hasilnya beredar luas dimedsos berati itu adalah propaganda, belum tentu asli . Bisa saja itu hanya menggiring opini publik. Bagi saya , esensi survey lebih kepada kepentingan data internal untuk penyusunan strategi pemenangan balon” tandasnya .

Menurutnya, dalam banyak hal juga, tidak semua balon yang tertinggi survei pada awalnya adalah pemenangnya , apa lagi pilkada Sultra masih 10 bulan lebih lagi . “Jadi yang penting secara pelan dan pasti elektabilitas naik dari waktu ke waktu selaras dengan perkembangan waktu itu sendiri. Ini yang biasa disebut dengan Kuda Hitam dalam realitas politik’ imbuhnya.

Dia mengatakan, “Pak Jokowi itu dalam pilkada DKI Jakarta lalu, awalnya hanya kurang lebih 4 % elektabilitasnya dibandingkan dengan Pak Fauzi Bowo yang telah mencapai sekitar 40% , namun kenyataanya adalah Pak Jokowi pemenangnya . Ini bukti bahwa integritas pak Jokowi dalam memimpin Kota Solo sangat mempengaruhi suasana hati pemilih Jakarta untuk memilih pak Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta ketimbang pak Fauzi Bowo yang incumbent saat itu”  kenang Hugua yang juga Ketua Tim Sukses Pemenanagan Jokowi – JK Sulawesi Tenggara ini.

“Saya meyakini bahwa dalam pilkada sultra ini mungkin ada kejutan kejutan terkhusus kejutan-kejutan pasangan yang akan muncul belakangan yang diluar prediksi banyak orang . Yah itu bisa terjadi. Bagi Saya , membangun komunikasi denga calon pasangan dan semua partai pendukung dan pada akhirnya DPP Partai yang memutuskan. Disamping kegiatan tersebut juga saya turun lapangan dari desa ke desa untuk bertemu masyarakat dan memahami keadaan ekologi desa supaya saya faham tugas tugas saya untuk menyelesaikan masalah masyarakat dan proses pengambilan keputusan jika terpilih jadi Gubernur Sultra 2018- 2023 . Saya  telah mengadakan blusukan ke 1.023 desa dari 2.230 desa / kelurahan se Sultra,” katanya menyakinkan (Ican) .


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...