Home » Berita Terpopuler » Digoyang Isu Rekening Gendut, Nur Alam minta PNS Tetap Tenang

Digoyang Isu Rekening Gendut, Nur Alam minta PNS Tetap Tenang

Mysultra – Kendari

Gubernur Sulawesi Tenggara, (Sultra) H  Nur Alam, SE,MSi  selama beberapa hari terakhir ini terus diguncang dengan isu rekening gendut menyusul laporan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK ) kepada Kejaksaan Agung maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang nomor satu di Sultra ini, menegaskankepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup pemprov agar tetap bekerja tenang dan tidak terhasut oleh isu rekening gendut yang ramai diperbincangkan itu.

“Saya minta kepada seluruh PNS tetap fokus dengan pekerjaannya sebagai abdi negara dan masyarakat Yang pasti apa yang disangkakan kepada saya itu hanya isu yang sengaja dihembuskan oleh orang yang tak bertanggungjawab atas kebijakan yang saya lakukan selama ini” katanya ketika memimpin apel gabungan di kantor gubernur Senin (22/12/2014).

Seperti ramai diberitakan media massa nasional, dalam  laporan PPATK , Nur Alam ditengararai menerima aliran dana sebesar US$4,5 juta dari seorang pengusaha bernama MrChen. Pria asal Taiwan ini disebut memiliki hubungan bisnis dengan PT. Billy Indonesia , perusahaan tambang yang beroperasi di Sulawesi Tenggara dan memiliki kedekatan dengan Nur Alam.

Laporan majalah Tempo edisi 14 September 2014 menyebutkan, seorang penegak hukum merinci aliran uang yang ditengarai diterima Nur Alam, bukan dikirim oleh Mr Chen, melainkan oleh Richcorp internasional Limited, perusahaan yang berbasis di Hongkong, pada 2002, sejak September hingga november, Richcorp empat kali mentransfer uang ke PT.AXA Mandiri dengan nilai US$ 4,5 juta lewat Chinatrust Bank Commercial Hong Kong.

Oleh AXA, uang itu ditempatkan dalam tiga polis asuransi atas nama gubernur Nur Alam senilai Rp 30 milyar. Pada formulir pengiriman uang tertulis “untuk pembayaran asuransi”.Sisa dana sekitar Rp 10 milyar , ditranfer AXA ke rekening nur Alam di Bank Mandiri.

Richcorp internasional diketahui sebagai perusahaan yang bergerak di bisnis tambang dan sering membeli nikel dari PT Billy Indonesia yang membuka di Kabupaten Konawe Selatan dan di Kabaena Kabupaten Bombana.

PPATK menilai aliran dana ini aneh sehingga dilaporkan kepada kejaksaan Agung dan belakangan dengan KPK. Namun Kejasaan Agung sempat “mendiamkan”  perkara ini dengan alasan Nur Alam telah mengembalikan uang tersebut. Uang tersebut dikembalikan melalui rekening pengacara bernama Giovedi Rauf ke rekening Richcorp Chinatrust di bank komersialHongkong. Duit ditranfer pada empat tahap pada Mei -Juni 2013 silam. Total dana yang dikembalikan sebesar 40,7 milyar atau US$ 4,28.         Isu ini merebak kembali setelah pergantian Jaksa Agung yang diikuti denga  laporan PPATK kepada Kejaksaan Agung dan KPK.

Nur Alam sendiri beberapa hari lalu mengaku uang tersebut adalah  uang titipan rekannya, karena sangat percaya kepadanya, dengan kata lain bukan uang suap dan bukan korupsi. (Dir)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *