Home » Headline » Diduga Ada Korupsi Senilai Rp1,8 M di Dispora Konawe
Direktur Laskar Anti Korupsi, Ismail saat menunjukan DPA yang diduga telah disalahgunakan oknum Dispora

Diduga Ada Korupsi Senilai Rp1,8 M di Dispora Konawe

UNAAHA, MYSULTRA.COM – Laskar Anti Korupsi (LAK) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra), tahun ini kembali merilis sejumlah temuan pada tahun 2016 di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Konawe, salah satunya LAK membeber temuannya di Dinas Parawisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kab.Konawe.

Direktur LAK, Ismail menemukan dugaan praktik korupsi di sejumlah SKPD. Salah satu temuan yang cukup mencolok dan disertai bukti yang kuat adalah Dispora Konawe. Menurutnya, ada banyak penyelewengan dana yang diduga dilakukan Kepala Dinas (Kadis), Ujung Lasandara dalam mengelola anggaran kegiatan.

Mail menjelaskan, dari beberapa kegiatan yang dianggapnya fiktip, salah satunya yaitu kegiatan penyelenggaraan lomba kesenian se-Kabupaten Konawe, Kadispora menerima dana senilai Rp 135,6 juta. Dari jumlah anggaran tersebut, kadis kemudian menyerahkan ke salah seorang kepala bidangnya (Kabid) berinisial (U) hanya senilai Rp 50 juta. Dari Kabid uang itu kemudian diserahkan lagi ke salah seorang kepala seksi (Kasi) senilai Rp10 juta. Dana itulah yang kemudian dikelola untuk kegiatan.

Selanjutnya kata Mail, ada ada anggaran yang digelontorkan untuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Sebelum perubahan anggaran tersebut nilai dana yang diusul adalah Rp500 juta. Akan tetapi, setelah perubahan anggaran nilainya hanya Rp375,5 juta. Kata Mail, diduga oknum Dispora telah membuat pertanggungjawaban fiktif untuk kasus tersebut.

Kegiatan lain yang juga di duga tidak prosedural kata Mail adalah kegiatan festival budaya. Kegiatan itu harusnya diselenggarakan tersendiri. Namun kenyataannya, kegiatan itu malah digabung dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Konawe. Padahal, ada anggaran yang dipersiapkan untuk kegiatan tersebut sebanyak Rp204,7 juta.

“Totalnya ada sembilan belas item kegiatan yang kami duga ada permainan di dalamnya. Dari item-item tersebut, ada senilai Rp1,8 M uang yang kami duga telah diselewengkan oleh pihak Dispora. Dalam hal ini, Kadisnya, Ujung harus bertanggungjawab,” ungkapnya.

Temuan tersebut telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe, Kamis (12/01/2017). Selain menyerahkan rincian data dugaan korupsi, ia juga menyerahkan bukti lain, yakni Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) dan beberapa kwitansi atas pencairan anggaran tersebut.

Penulis : Rido

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...