Home » Berita Terpopuler » Di Kota Kendari, Panen Padi Dimusim Kemarau

Di Kota Kendari, Panen Padi Dimusim Kemarau

Mysultra – Metro Kendari

Meski kemarau panjang melanda sebagian wilayah di Indonesia namun petani padi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara sedikitnya 700 hektar sawah akan panen dengan tingkat produksipitas 6 ton setiap hektarnya.

Panen raya yang diawali Walikota Kendari didampingi penanggungjawab Program Upaya Khusus (Upsus) Kementerian Pertanian RI bersama Ketua DPRD, Komandan Kodim 1417 Kendari dan sejumlah Muspida, Senin (28/9).

Keberhasilan kelompok tani di lingkungan Amohalo, Kelurahan Baruga Kota Kendari merupakan usaha keras untuk mendapat air agar dapat mengaliri sawah mereka dengan menggunakan sumur bor.

Total produksi musim tanam antara April sampai September 2015, kelompok tani di daerah itu mencapai 4.182 ton. Selama tahun 2015 Produksi padi di Kota Kendari  dengan dua kali musim tanam mencapai 7.639 ton.

Meski demikian, sebagian petani dengan luas sawah sekitar 115 hektar mengalami gagal panen atau puso akibat mengalami kekeringan dan kurangnya alat pertanian yang menunjang kelancaran air kepersawahan yang disuplay dari sumur bor.

Penanggungjawab Program Upaya Khusus (Upsus) Kementerian Pertanian RI, Rahman Finef mengatakan, Kota Kendari merupakan satu – satunya wilayah di Indonesia yang berhasil memanen ratusan ton padi di musim kemarau tahun ini.

“Ini yang mesti disampaikan kepada rakyat Indonesia bahwa masih ada wilayah yang panen raya di musim kemarau, kami berharap agar sawah yang ada disini dipertahankan karena ini kota, biasanya sawah itu adanya di desa,”kata Rahman

Berdasarkan data pemerintah setempat, areal persawahan se Sulawesi Tenggara mencapai 6.356 hektar dan 912 hektar diantaranya puso termasuk sawah yang berada di kota Kendari.

Walikota Kendari, Dr. Ir. Asrun saat memberikan sambutan menegaskan, agar masyarakat tidak panik dengan kondisi kekeringan yang terjadi disejumlah wilayah lain, sebab tidak mempengaruhi persedian yang.

“Di daerah kita banyak persediaan, kalau beras kita tidak cukup, masih ada sumber makanan lain yang dapat dikonsumsi, namun demikian kekeringan tidak mempengaruhi wilayah kita sehingga stock cukup,”ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Amohalo, Kecamatan Baruga Kota Kendari Arief yang dikonfirmasi menjelaskan, sedikita 800 hektar lebih sawah yang siap panen, namun 15 hektar dianggap puso akibat kondisi alam.

“Ada juga yang gagal panen karena saat menanam itu sudah masuk kemarau, sudah tidak ad air, sementara peralatan untuk menyuplay air dari sumur bor juga minim,’jelas Arief kepada wartawan media ini.

Para petani berharap, agar ke depannya pemerintah kota Kendari memberikan solusi dengan memanfaatkan sungai wanggu yang menjadi harapan para petani mendapatkan air untuk mengalir sawah – sawah mereka sehingga puso tidak terjadi lagi.

(Mas’ud)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *