Home » Berita Terpopuler » Dari Kegiatan Quranic Healing :Ratusan Orang Ikrarkan Lawan Kemusyrikan dan Jin

Dari Kegiatan Quranic Healing :Ratusan Orang Ikrarkan Lawan Kemusyrikan dan Jin

 

. Peserta quranic healing usai berikrar untuk ‎melawan berbagai bentuk kemusyrikan dan jin, bersama ustadz Nuruddin Al Indunissy.

 

Laporan : Armin Arsyad  dari Kolaka

“Allahu Akbar….Allahu Akbar”. Suara takbir membahana dari mulut ratusan peserta Quranic Healing ‎yang memadati gedung islamic center Kolaka yang dilaksanakan civitas akademika Universitas SembilanBelas November (USN) Kolaka, dari Jumat,15 mei hingga senin, 18 Mei 2015.

Ratusan peserta dari civitas akademika USN Kolaka, para da’i, masyarakat yang terkena gangguan jin maupun yang menderita penyakit dipandu oleh Ustadz Nuruddin Al Indunissy dengan penuh semangat menyampaikan ikrar untuk melawan berbagai bentuk kesyirikan, seperti adanya keyakinan benda-benda keramat dan jimat mendatangkan manfaat bahkan disembah selain Allah. Begitupun ikrar untuk melawan jin dan syetan, baik yang merasuki jiwa mereka, maupun jiwa orang lain dengan melakukan penyembuhan dengan jalan syar’iyyah yakni ruqyah.

“Kita tidak akan pernah menang sebelum deklarasi permusuhan dengan iblis dan seluruh balatentaranya. Kita tidak akan pernah kuat selama kita enggan menyembah dan mendekat Dzat yang Maha kuat. Kekuatan itu tidak akan kokoh jika masih ada hati yang hasad dan dengki terhadap sesama jundi.”kata Ustadz Naim panggilan akrab Nuruddin.

Pada hari ketiga kegiatan, usai menjalankan shalat ashar di masjid Agung khaerah ummah Kolaka, ketika dilakukan Ruqyah massal, beberapa ibu dan Mahasiswi mulai berteriak karena kesurupan yang bertanda bacaan Alquran mulai mempengaruhi jin yang menguasai jiwa manusia, bahkan banyak dari kaum wanita dan laki-laki yang muntah sebagai reaksi ‎jin yang bersemayam di tubuh terganggu dan mulai melepaskan diri.

Begitupun dengan kekuatan ayat-ayat Allah yang dibaca oleh Ustad Naim, pada hari keempat kegiatan, salah seorang peserta dari kabupaten Kolaka Utara yang sudah sekian tahun dirasuki jin, sehingga setiap membaca Alquran maupun adzan terasa sesak dan tidak bisa melanjutkan bacaannya, ketika di ruqyah berhasil disembuhkan dengan dikeluarkannya jin yang bersemayam di tubuhnya. Ketika terjadi proses ruqiyah, pasien ini berteriak dan berputar kiri kanan bahkan merangkak karena menahan sakit, serta mengeluarkan suara aneh. Disini ustadz Naim mempraktekkan berbagai teori rukiyah, termasuk jurus andalannya membuat pasien tidak bisa bergerak atau mengamuk. Dengan izin Allah, jin yang ada dalam tubuh pasien keluar dan pasien ini mengaku kalau dirinya merasa legah dan tidak lagi merasakan sesak.

Diakhir kegiatan, usai menjalankan shalat Ashar, peserta melakukan praktek merukiyah teman sendiri, dimana masing-masing peserta saling berpasang-pasangan. Semua peserta secara bergiliran meruqyah temannya dipandu oleh ustadz Naim. Bahkan Rektor USN Kolaka, Azhari selaku penanggungjawab kegiatan dan jauh sebelumnya telah mempraktekkan ruqyah mandiri, turut membantu ustadz Naim. ‎Pada praktek meruqyah teman sendiri, banyak peserta yang berhasil meruqyah temannya dengan keluarnya jin dalam tubuhnya ditandai muntahan maupun kesurupan.

Ruqyah merupakan pengobatan ala Nabi, selain bekam atau ijamah. Ruqyah bukan hanya menyembuhkan karena adanya gangguan jin, tapi juga kesembuhan dari berbagai penyakit yang tidak bisa lagi ditangani oleh dokter sekalipun. Sebab dalam Ruqyah yang dibaca adalah bacaan Alquran, sebab semua penyakit manusia sama yakni penyakit hati, tapi kebanyakan manusia tidak peduli dengan hatinya. Alquran bisa memperbaiki manusia yang rusak jiwanya, seperti kecanduan narkoba, homo sex dan sebagainya. Alquran juga sebagai obat dan petunjuk serta penyembuh semua penyakit yang ada dalam tubuh manusia.

‎”Alquran bukan hanya mujizat yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW, tapi jika ada ditemukan penyakit yang dokter ‎tidak temukan obatnya, maka obatnya adalah Alquran. Ruqyah syaariyyah tidak hanya bicara masalah pengobatan atau penyembuhan, baik psikis maupun jasad, namun ia akan mengubah keadaan spritual dan kehidupan seseorang secara keseluruhan.”kata ustadz muda kelahiran 28 tahun lalu.

Kesyirikan bukan hanya menyembah selain Allah, tapi ketakutan juga bagian dari syirik. Syirik ketakutan adalah bagian dari syirik tersembunyi yang menjadi penyakit ummat Diakhir zaman ini. Mereka lebih takut kepada syetan dari pada Allah azza wajala. Syetan dianggap sosok mahluk menakutkan, pembunuh dan membahayakan jiwa. Kesalahannya umat Islam tidak tahu bagaimana cara memeranginya. Alasan utamanya adalah ketakutan. Pada hal manusia mahluk yang dimuliakan oleh Allah dan syetan merupakan mahluk yang dikutuk oleh Allah.

Naim memberikan perumpamaan, kalau kita melawan ikan hiu di laut pasti kita akan kalah, sebaliknya jika ikan hiu kita lawan didaratan, maka pasti ikan hiu akan kalah, sebab daerah kekuasaan hiu hanya dilautan. ‎Seperti halnya jin memiliki alam yang berbeda dengan manusia. Maka ketika mereka masuk dalam jasad manusia itu tanpa izin. Disana jin tidak akan mampu bertahan lama. Karena itu, disaat melihat jelmaan syetan, itu adalah saat terbaik untuk menyiksanya karena berada dalam kelemahan. Namun jin akan kuat dan menguasai jiwa manusia saat dipersilakan masuk, memberi makan bahkan menyembahnya. Disinilah letak kesalahan yang dilakukan, sehingga jin akan membesar dan berkuasa, bahkan mengendalikan hampir keseluruhan jasadnya.

“Tanpa sadar ‎manusia telah ikut serta dalam menyukseskan marketing iblis untuk mencari kostumer neraka sebanyak-banyaknya dari berbagi pintu kesyirikan. Ketika kita meruqyah orang dan ditemukan syetannya kuat, sebenarnya bukan syetan yang kuat, tapi dosa orang yang diruqyahlah yang sangat besar. Tidak ada jin yang kuat, yang ada manusia yang jauh dari yang Maha kuat, hingga manusia lemah.”kata Naim.

Diakhir paling akhir pertemuan, ustadz Naim berpesan bahwa tidak ada lagi alasan untuk tidak bisa meruqyah diri sendiri dan orang lain. Adapun puncak kesembuhan ketika Ridho pada Allah, Ridho pada Rasulullah dan Ridho pada syariat Allah. Lalu Allah ridho kepada hambanya dan disanalah hilang semua kesakitan.

Adapun Rektor USN Kolaka, Dr. Azhari berharap kegiatan quranic healing yang dilaksanakan selama empat hari dapat bermanfaat bagi semua peserta. Kegiatan ini juga bagian dari ajang silaturahim bagi masyarakat Kolaka maupun dari luar Kolaka. Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus BEM dan MPM USN Kolaka, dibantu sepenuhnya oleh Pemkab Kolaka Utara dan PT Antam UBPN Sultra.(**)

 

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *