Home » Headline » Catatan Mayor Jenderal Tjokropranolo: Mereka Memberi Hormat
IMG-20181015-WA0003 (1)

Catatan Mayor Jenderal Tjokropranolo: Mereka Memberi Hormat

Hari telah sakit sakit saat Pak Tjokropranolo dan rombongan dari kuasa usaha Indonesia datang ke ruang pertemuan tahanan …. Di meja tengah duduk dua laki-laki muda membentuk kaos dan kemeja yang tampak bersih dan baru, ya mereka adalah Harun bin Said alias Tohir dan Usman alias Djanatin. Dua orang Prajurit KKO yang mencari dan sedang menunggu eksekusi mati keesokan dengan cara digantung! Tidak terlihat Brigjen TNI Tjokropranolo, Usman dan Harun segera mengambil keputusan sempurna. Mereka juga memberi perhatian kepada Tjokropranolo dan Melengkapi laporan tentang aksi mereka di Singapura.

Dengan kata lain, mereka akan mengubah mereka untuk mempersatukan mereka, tetapi mereka ingin mereka untuk melaporkan tugas-tugas yang mereka mereka temui seperti layaknya seorang yang bisa bekerja dengan sempurna.

Paka Tjokropermakanan tidak dapat menampung air mata dan melihat diri dengan melihat sikap tabah Kedua kali pemberani itu, mendayu dengan mantap dan menegaskan. Taka terlihat muka takut dan sedih mengat mereka makat adegan mati keesokan.

Sembari bergulir haru dan udara mata mengembang jenderal bitang satu ini medengar laporan tentang pemberani itu dengan takzim.

Pemecahan masalah yang ada meleporkan tugas meraka Brigjen Tjokropranalolo meminta kereka duduk lantas menyenyampaikan pesan Presiden Suharto kepepada Usman dan Harun, yaitu mereka yang diberi gelandang pahlawan dan akan ditampilkan oleh seluruh rakat Indonesia atas jasa-jasa mereka terhadap negara. Pertanyaan Usman dan Harun untukmdinakamkan berdampinganpun diizinkan olehnpresiden Suharto.

Pada kesenpatan itu Usman dan Harun boleh menjawab terimakasih sebesar satu kepda Presiden RI Jenderal Suharto dan seleruruhnrakyat Indonesia yang telah berusaha membebaskan mereka dari tontonan mati.

Keesokan hari, l7 oktober 1968 Usman dan Harun dibangunkan oleh petugas penjara untuk sembahyang solat. Usman dan Harun dibawa dengan bergol dan dibius.Urat nadi dipotng oleh dokter hingga istilah lumpuh. Seteh itu sedang dibawa diting gantunganr; Kedua Pahlawan Nasional yang menyanyikan lagu pecipta tepat pukul 600 pagi waktu Singapura

 

jokro pint taka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

cakradunia_lsi-denny-ja-pasca-pilkada-serentak-jokowi-makin-kuat-10-07-2018-daNmVe2Q5S

BATALNYA KENAIKAN HARGA BBM PREMIUM, Efek Elektoral dan Persepsi Ekonomi

Denny JA Tahun politik (tahun pemilihan) acapkali menjadi topik yang murni bagi mereka yang mendalami ...

IMG-20181010-WA0025-300x300

IWO bersama Ully Sigar dan Seniman Galang Donasi Sulteng

Jakarta-Bencana tsunami yang melanda Sulawesi Tengah di Palu, Donggala, Sigi dan daerah-daerah sekitarnya Yayasan Garuda ...