Home » Berita Terpopuler » Bupati Dan Wakil Tak Hadir, Dua Fraksi DPRD Konawe Tinggalkan Paripurna
Kiri Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara.ST saat menerima LKPJ dari Pemerintah Daerah Konawe yang di wakili oleh Sekda, H.Ridwan.

Bupati Dan Wakil Tak Hadir, Dua Fraksi DPRD Konawe Tinggalkan Paripurna

UNAAHA, MY SULTRA.COM

Ketidak hadiran Bupati Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra), Kery Saipul Konggoasa beserta wakilnya Parinringi,SE saat rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe, dalam rangka penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). Membuat beberapa anggota dewan harus meninggalkan ruangan sidang paripurna.

Anggota dewan yang meninggalkan rapat berasal dari dua fraksi, yakni fraksi PDIP dan PKS. Dari fraksi PKS yang meninggalkan ruangan paripurna adalah Musarudin dan Eko Sudarsono. Sedangkan Fraksi PDIP, yakni Murni Tombili dan Karim Dama.

Anehnya lagi dua anggota DPRD yang berasal dari fraksi PDIP seperti tidak menunjukan kekompakannya. Pasalnya, ketua fraksi PDIP Rusdianto, yang juga sebagai wakil ketua satu terlihat masih berada di tempat duduknya.

Sebelum meninggalkan ruangan sidang, dua fraksi tersebut sempat mempertanyakan penyebab ketidak hadiran Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan wakilnya, Parinringi. Menurut mereka, setiap rapat paripurna adalah penting, sehingga wajib dihadiri oleh pimpinan daerah dan tidak harus diwakilkan kepada Sekda Konawe.

Saat ditemui, Murni Tombili mengatakan, pihaknya keluar dari ruangan paripurna buka karena adanya persoalan, tetapi karena ketidak hadiran dua pimpinan daerah. Karena menurut Murni, bupati dan wakilnya wajib untuk hadir dalam setiap rapat paripurna DPRD.

Hal senada juga diungkapkan, Musarudin. Kata dia, tidak elegan kalau pimpinan daerah tidak hadir dalam paripurna. Apalagi hanya karena alasan partai, karena mereka juga bisa saja tidak hadir dalam rapat paripurna dengan alasan partai.

“Bupati katanya ikut Rakernas di Jakarta. Kalau wakilnya saya kurang tahu tadi informasinya,” jelasnya.

Musarudin menambahkan, intensitas kehadiran bupati dalam paripurna memang cukup sedikit. Kata dia, selama kepemimpinannya. Bupati, baru hadir sekitar empat sampai lima kali saat rapat paripurna. Selain itu, selalu saja diwakilkan oleh Wabup atau Sekda.

“Inikan pertanggungjawabannya kepala daerah. Paripurna juga adalah pengambilan keputusan tertinggi. Bagi kami ini penting untuk dihadiri,” ungkapnya.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Konawe, Ardin mengatakan, sebenarnya tidak terlalu subtansi jika Bupati dan wakilnya harus hadir. Kata dia, yang penting ada perwakilan dari pemerintah daerah dalam hal ini Sekda Konawe. Pasalnya, paripuna yang berlangsung saat ini, (26/5/2016). Hanya penyerahan LKPJ dari pemerintah dan tidak ada penandatanganan.

“Kalau ada penandatanganan, memang tidak bisa diwakili, dan bupati sendiri pasti akan hadir. Makanya menurut saya, masalah ini bukan masalah yang luar biasa dan harus dibesar-besarkan,” tutupnya.

Penulis: Rido

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *