Home » Berita Terpopuler » Berbagai Suku Tampil Pada HUT Kolaka

Berbagai Suku Tampil Pada HUT Kolaka

 Berbagai suku yang ada di kabupaten Kolaka ikut memeriahkan upacara HUT Kabupaten Kolaka ke 55, dengan menggunakan pakaian adat masing-masing

Kolaka,MySultra– berbagai suku yang ada di bumi Mekongga, tampil pada puncak peringatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kolaka tanggal 28 februari 2015.

Keaneka ragaman suku yang ada di Nusantara nampak terlihat menyatu dalam acara devile yang ditampilkan semua kecamatan yang ada di kabupaten Kolaka. Selain itu, berbagai profesipun seperti PNS, petani, nelayan, karyawan dan lainnya turut ikut bagian, sehingga peringatan HUT Kabupaten Kolaka di lapangan 19 November Kolaka, sabtu (28/2) pagi terlihat ramai dan semarak.

Barisan pertama dalam devile adalah marching band SMAN 1 Kolaka, disusul berturut-turut pasukan Kodim 1412 Kolaka, kompi B Yonip 725 Kolaka, Polres Kolaka, Satpol PP, Rutan Kolaka, DPD KNPI Kolaka bersama ormas dan OKP. Selanjutnya barisan kecamatan dengan menghadirkan berbagai suku yang ada di daerahnya ditandai pakaian adat yang dikenakan, profesi dan hasil buminya diawali kecamatan Iwoimendaa, Wolo, Samaturu, Latambaga dan Kolaka.

Kemudian barisan kecamatan Wundulako diiringi tarian umoara dan musik bambu dari SDN 1 Kowioha, barisan kecamatan Pomalaa, Tanggetada, Polinggona, Toari yang juga menampilkan pakaian unik yang dikenakan warga dengan pernik-pernik hasil pertanian di daerah itu dan atraksi kuda lumping.

Selanjutnya barisan PNS lingkup Pemkab Kolaka, PT Antam, Akper Pemda Kolaka, barisan ratusan siswa SMA,SMK, Aliyah dan SMP se kabupaten Kolaka, barisan kecamayan Watubangga dan ditutup barisan K2 yang dinyatakan lulus dan diserahkan SK mereka secara simbolis serangkaian HUT Kolaka. Pelaksanaan devile diluar perhitungan panitia, sebab sesuai undang setiap kecamatan hanya diminta untuk menyiapkan 50 orang untuk ikut devile, tapi kenyataannya setiap kecamatan membawa 100 lebih, bahkan ada beberapa barisan yang tidak memiliki undangan tapi tetap devile sebagai wujud kecintaan pada Kolaka. Akibatnya tenda dan tempat duduk yang disiapkan tidak mampu menampung peserta devile.

Berdasarkan sejarah singkat terbentuknya kabupaten Kolaka yang dibaca Asisten I Setda Kolaka, H.M. Ismail menyebutkan, perjuangan rakyat Kolaka untuk menjadikan Kabupaten Daerah Tingkat II dari kewedanan dilakukan tanggal 24 Agustus 1951, dalam suatu pertemuan di Kendari yang diadakan kepala Afdeeling Buton dan Laiwoi untuk menentukan kedudukan ibukota Sultra, dimana disimpulkan Kolaka dan Kendari menuntut kabupaten sendiri, sehingga Sultra akan dibentuk dua kabupaten yakni Buton/Muna dan Kendari/Kolaka.

Dalam perjalanannya masyarakat Kolaka menuntut berdiri sendiri. Akhirnya september 1959 terdengar pengumuman melalui RRI Makassar UU nomor 29 tahun 1959 tentang pembentukan daerah tingkat II di Sulawesi, dimana Kolaka salah satu kabupaten dari 37 kabupaten yang diumumkan. Saat itu Kolaka terdiri tiga kecamatan yakni Kolaka beribukota di Wundulako, Tirawuta beribukota Rate-rate dan Batu putih beribukota di Wawo.

Kemudian Yacob Silondae ditunjuk sebagai Bupati KDT II Kolaka yang dilantik tanggal 29 Februari 1960 oleh Gubernur Sulawesi, Andi Pangerang Pettarani atas nama Mendagri di gedung Nasional Kolaka. Pelantikan Bupati KDT II inilah yang ditetapkan sebagai hari jadi kabupaten Kolaka.

Sementara itu, Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei dalam sambutannya menyampaikan penghormatan kepada putra terbaik kabupaten Kolaka yang telah meletakkan dasar pemerintahan dan pembangunan di bumi Mekongga sebagai Bupati Kolaka, masing-masing Drs.H. Yacob Silondae (1959-1964), Mayor (Purn) Lappase (1965-1973), Letkol M. Noer (1973-1980), Drs.H.S. Manomang (1980-1986), Ir.H.Andi Pangerang Umar (1987-1993), Drs.H. Adel Berty (1994-2002) dan DR.H. Buhari Matta,MSi (2003-2014).

Juga kepada carteker Bupati yakni Kolonel Edy Mangilep (1993), Drs. Husni Zakariah (1999), DR.H.Buhari Matta,MSi (2002) dan Drs.H.M.Ali Nur,MSi (2009), serta pelaksana tugas Bupati DR.H. Amir Sahaka (2013).

Safei berharap generasi sekarang supaya melanjutkan cita-cita mereka sembari berdoa semoga apa yang mereka lakukan untuk daerah ini mendapat pahala disisi Allah. Dia juga menyampaikan bahwa dalam perjalanannya, Kabupaten Kolaka sudah dua kali memekarkan kabupaten, yakni Kolaka Utara (Kolut) dan Kolaka Timur (Koltim) yang bertujuan memberikan pelayanan publik lebih baik dan penerapan tenaga kerja semakin luas.

Tak lupa Bupati yang menyampaikan bahwa dalam perjalanan Kabupaten Kolaka hingga memasuki 55 tahun, telah memperlihatkan eksistensi dan jati dirinya sebagai daerah perjuangan, berbudaya dan religius.

Hadir pada upacara HUT Kolaka, Sekda Provinsi mewakili Gubernur Sultra, Anggota DPRD Provinsi, Wabup Kolut, Sekda Koltim, utusan Walikota Kendari, Baubau, Konawe, Sri Paduka Datu Luwu ke 40 H. Andi Maradang Mackulau Opu Daeng Bau, mantan Bupati Kolaka H. Adel Berty, mantan Pj. Bupati Kolaka H. Ali Nur, Pimpinan DPRD Kolaka, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan para pejabat lainnya. (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *