Home » Berita Terpopuler » Bentrok, 5 Orang Massa HMI Diamankan Kepolisian

Bentrok, 5 Orang Massa HMI Diamankan Kepolisian

Massa HMI bentrok dengan anggota Satpol PP Kolaka saat menggelar aksi di gedung DPRD Kolaka.

MySultra  – Kolaka

Pihak kepolisian Resort Kolaka mengamankan lima massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kolaka, akibat melakukan tindakan anarkis dan bentrok dengan Satpol PP saat menggelar aksi unjuk rasa , Senin (13/10/2014).

Massa HMI yang dikoordinir Ketua Umum PC HMI Kolaka Jusamin Latief dan sekumnya Candra Arga, serta mantan ketua umum HMI Kolaka, Dodi yang marah akibat tidak bisa bertemu dengan wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin untuk meminta klarifikasi atas pernyataannya yang mengatakan bahwa PT Antam UBP Nikel Sultra sudah bagus, melampiaskan amarahnya ketika tiba di ruang rapat DPRD Kolaka karena tak satupun anggota dewan berada disana.

Akibatnya, mereka langsung membanting micropon, kursi, serta naik diatas meja. Bentrokan terjadi ketika salah seorang Mahasiswa melempar kursi besi dan mengenai kepala salah seorang anggota Satpol PP yakni Asrul hingga berdarah. Spontan Asrul mengamuk dan temannyapun ikut bereaksi sehingga terjadi aksi saling dorong dan pukul. Kemarahan anggota Satpol PP ini menyebabkan mereka mendesak dan mengejar massa HMI keluar dari ruangan dan hingga lari sampai dijalan raya, meskipun sudah berusaha diamankan pihak kepolisian.

Dengan darah mengalir diwajahnya, Asrul berteriak mencari massa HMI yang melemparinya, meskipun rekan dan kepolisian sudah mencoba menenangkannya.

Menurut Kabag Humas DPRD Kolaka Erwin Sila, akibat aksi HMI yang anarkis, menyebabkan micropon tidak bisa lagi digunakan. Pada hal micropon itu akan digunakan pada acara pelantikan DPRD Kolaka pada tanggal 27 oktober mendatang.

Kehadiran HMI Kolaka di kantor Pemkab Kolaka dan berakhir di gedung DPRD Kolaka dengan terjadi bentrokan, disebabkan tidak terima pernyataan wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin yang mengatakan bahwa PT Antam UBP Nikel Sultra sudah bagus. Mereka menilai apa yang dikatakan Wabup merupakan sebuah pembelaan bagi Antam, apalagi mereka nilai selama ini Antam tidak memberikan kesejahteraan pada masyarakat Kolaka.

“Kami menyayangkan pernyataan Wabup bahwa Antam sudah bagus. Apanya yang bagus? Kalau bagus HMI tidak akan turun ke jalan mengkritisi. Karena itu kami meminta Wabup untuk mengklarifikasi pernyataan bahwa antam sudah bagus.”Teriak Sekum HMI, Candra Arga dalam orasinya.

Pada kesempatan itu pengurus HMI cabang Kolaka menyatakan sikap, menuntut klarifikasi pernyataan Wabup Kolaka yang terkesan melakukan keberpihakan kepada PT Antam yang dinilai sangat melukai dan meresahkan rasa keadilan masyarakat Kolaka.Menuntut kepada tim peningkatan pendapatan daerah kabupaten Kolaka yang telah melakukan negosiasi di Jakarta, menuntut pihak PT Antam untuk memberikan klarifikasi yang jelas terkait CSR PT Antam di kabupaten Kolaka, dan mendelegasikan perwakilannya yang memiliki kapasitas untuk memberikan keputusan yang dapat melahirkan solusi guna penyelesaian masalah ini pada lanjutan rapat dengar pendapat yang digelar oleh DPRD Kolaka, serta menuntut ketua DPRD Kolaka untuk memperjelas jadwal lanjutan rapat dengar pendapat yang melibatkan pihak PT Antam, guna mendapatkan klarifikasi dan realisasi CSR untuk kabupaten Kolaka yang dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Asisten III Setda Kolaka, M. Ismail yang menerima massa HMI mengungkapkan bahwa Wabup Kolaka saat ini berada di Bengkulu mengikuti undangan hari pengurangan resiko bencana yang akan dibuka Presiden RI. Karena itu, terkait klarifikasi dari pernyataan Wabup akan diberitahukan ketika datang ke Kolaka, serta menjadwalkan pertemuan.

Terkait PAD, menurut M. Ismail bahwa telah dilakukan nego di Jakarta (kantor pusat Antam), meski tidak ikut ke Jakarta tapi dirinya masuk tim dan mengikuti perkembangannya. Setelah dilakukan pertemuan di Jakarta, dia bersama kepala BPKAD ditugasi bertemu dengan pimpinan Antam di Pomalaa terkait CSR, dimana kesepakatan dicapai dengan mempercepat negosiasi supaya tereleasasi, dimana jumlah tidak turun tapi diberikan selayaknya kepada pemda, misalnya diminta 10 tapi hanya dikasi 1 itu namanya tidak imbang.

Ismail juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, pada hari Jumat sudah ada perwakilan Antam Sultra ke Jakarta, tapi baru hari ini Senin 13 oktober dibicarakan dengam Dirut Antam, sebab sebelumnya diluar daerah. Apa yang diharapkan Pemda dalam peningkatan PAD bisa didapat dari Antam. Saat ini Pemkab Kolaka tinggal menunggu jawaban dari Dirut Antam. (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *