Home » EKONOMI » BATALNYA KENAIKAN HARGA BBM PREMIUM, Efek Elektoral dan Persepsi Ekonomi
cakradunia_lsi-denny-ja-pasca-pilkada-serentak-jokowi-makin-kuat-10-07-2018-daNmVe2Q5S

BATALNYA KENAIKAN HARGA BBM PREMIUM, Efek Elektoral dan Persepsi Ekonomi

Denny JA
Tahun politik (tahun pemilihan) acapkali menjadi topik yang murni bagi mereka yang mendalami prilaku pemilih dalam konteks dengan kebijakan ekonomi. Itu istilah untuk periode sebelum datang hari pemilihan umum. Ialah hari penghakiman, “Hari Penghakiman,” hari yang menentukan siapa yang terakhir dari berkuasa.
Di tahun politik, hal biasa jika terjadi perbedaan antara pengusaha besar, ahli ekonomi dan rakyat awam yang agama.
Mengapa harga premium naik BBM, lalu dalam hitungan menit kembali? Baik atau burukkah hal ini? Kebijakan ekonomi dalam tahun politik dapat menjelaskannya.
-000-
Ada fenomena yang tetap. Di negara demokrasi yang pemerintahannya diperintah untuk kembali terpilih di tahun politik, pemerintahnya memilih kebijakan ekonomi tertentu. Yaitu kebijakan yang lebih populis, yang lebih banyak tulisan kesejahteraan rakyat banyak (program kesejahteraan).
Di tahun politik, biasa ditemukan lebih banyak program subsidi, lebih banyak program asuransi menggalakan lapangan kerja. Program ini yang disintegrasi rakyat kebanyakan (orang awam) yang akan datang ke TPS di hari pemilihan.
Di tahun politik, hal yang biasa pula.
Di Amerika Serikat sebagai misal, terkenal istilah yang disebut “kesejahteraan seperti yang kita kenal.” Para ekonom yang rasional dan politisi yang cerdas sama tahu bertapa kebijakan program kesejahteraan yang memberatkan ekonomi Amerika Serikat.
Tapi mereka juga tahu, banyak sekali pemilih yang diuntungkan oleh program itu. Para manula diuntungkan dengan jaminannya kesehatan yang ekstra. Para pencari kerja diuntungkan oleh berbagai program pelatihan dan insentif. Orang-orang yang ada di bawah kemiskinan senang dengan ada program subsidi makanan (kupon makanan).
Di tahun politik, politisi menghambat program dana kesejahteraan. Ini dikerjakan dengan sadar walau mereka tahu dari pandangan ekonomi rasional, pilihan kebijakan ekonomi mereka kadang “sedikit terlalu banyak.”
Selesai pemilihan, politisi umumnya melakukan sejenis “penebusan dosa.” Apa yang mereka lakukan dari kaca mata ekonomi, mereka akan dilakukan pada periode awal setelah terpilih kembali.
Bagi sebagian besar pengusaha besar, tahun politik bukan tahun yang mereka sukai. Situasi politik tak pasti. Siapa yang bisa menang haluan bisnis dan investasi. Mereka menunggu dan melihat. Tak jarang akibatnya, pertumbuhan bisnis melambat.
Apalagi di cermin dana kampanye masih gelap. Acapkali pengusaha besar itu sebagai donatur utama, suka atau tidak.
Tak jarang karena ingin menjaga hubungan dengan para politisi yang betarung, pengusaha besar itu harus mengeluarkan dana ekstra untuk membiayai dua kubu yang bertarung.
Sementara bagi para  ahli ekonomi yang murni, apalagi yang berhaluan pasar bebas, tahun politik dianggap tahun yang gelap. Politisi lebih digerakkan oleh motivasi dukungan politik ketimbang menciptakan ekonomi yang sehat jangka panjang.
Perbedaan kepentingan, persepsi antara banyak stake holders, membuat tahun politik selalu seksi sebagai kajian.
-000-
Rabu 10 Oktober 2018 kemarin, berita ini menguasai media. Pemerintah menaikkan harga BBM. Namun dalam hitungan menit, Kenaikan harga BBM premium ditunda.
Ini yang ditulis dalam salah satu berita:
Jika terealisasi, maka harga jual premium di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) naik menjadi Rp 7.000 per liter dari sebelumnya dari Rp 6.450 per liter.
Sedangkan, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya Rp 6.400 per liter. “Kenaikannya mulai malam (Rabu/10/10) ini paling cepat pukul 18.00 WIB,” ujar Jonan.
Berselang sejam kemudian, Presiden Joko Widodo malah meminta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium ditunda.
“Saya sudah lapor bapak presiden, bahwa PT Pertamina (Persero) tidak siap atas kenaikan harga BBM hari ini. Jadi Presiden memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM.
(Dikutip lengkap dari sumber berita).
Serentak media sosial penuh dengan komentar. Situation Room yang dimiliki LSI Denny JA mencatat data itu. Hari itu 10 oktober 2018, sampai jam 15.00 telah terjadi sekitar 33 ribu percakapan di sekitar 11 ribu akun.
Respon negatif dalam percakapan itu di atas 50 persen untuk dua isu: pertama tak senang Harga BBM naik. Kedua soal kritik atas manajemen pengambilan keputusan: mengumumkan kenaikan harga lalu dalam hitungan menit kenaikan harga BBM premium dibatalkan.
Salah atau benarkah Jokowi membatalkan kenaikan harga BBM premium? Apa jadinya jika kenaikan  harga BBM Premium tidak dibatalkan?
-000-
Setelah harga BBM premium diumumkan naik, tersisa dua pilihan. Pertama, biarkan harga BBM premium itu naik. Kedua, batalkan kenaikan harga BBM premium itu secepatnya. Yang mana yang lebih baik?
Tentu akan ditanya balik: lebih baik bagi siapa? Mereka yang berada dalam posisi yang berbeda dapat berbeda pula dalam opini.
Tapi jelas bagi rakyat kecil, the common people, mereka yang penghasilan sebulan di bawah 4 juta, yang masih mayoritas di negeri ini, akan menanggung beban hidup yang lebih berat jika BBM premium naik.
Naiknya BBM premium segera menaikkan biaya transportasi. Naiknya biaya transportasi segera pula menaikkan harga kebutuhan pokok lainnya.
Bisa pula diduga, akan ada demo di sana dan di sini menentang kenaikan harga BBM premium. Di tahun politik, apapun segera digoreng bulak balik. Politik semakin gunjang ganjing.
Dari kaca mata rakyat kebanyakan, sudah benar Jokowi secepatnya membatalkan kenaikan BBM Premium. Tentu saia ada pro dan kontra. Namun itu bisa sangat dipertanggung jawabkan jika Jokowi memihak nasib rakyat kebanyakan.
Tentu saja kita menyalahkan koordinasi dan konsistensi kebijakan. Jika harga BBM premium tak perlu naik, mengapa sejam sebelumnya diumumkan naik? Buruknya koordinasi itu tak bisa dan tak perlu dibela. Itu harus dikritik untuk sebuah kemajuan.
Namun setelah kebijakan harga BBM premium dinaikkan, setelah itu diumumkan, membatalkannya kembali, dalam “tempo yang sesingkat singkatnya dengan cara yang seksama,” itu pilihan terbaik.
Pilihan Jokowi memihak pada kepentingan the common people, sesuai pula dengan temuan survei. Sejak 2003 LSI membuat survei soal karakter tokoh, terutama calon presiden: pintar, tegas, jujur, dekat dengan rakyat.
Dari semua tokoh yang pernah disurvei, Jokowi mendapatkan skor tertinggi untuk karakter “dekat dengan rakyat.”  Lebih dari 80 persen pemilih menyatakan itu. Skor ini tak pernah dicapai tokoh lain sejak 2003. Pilihan Jokowi tak menaikkan harga BBM premium di tahun ini, ketika daya beli masih lemah, sesuai dengan citra itu.
Bagaimanakah persepsi publik atas ekonomi indonesia setahun ke depan? Para pengusaha dan ekonom, yang well informed soal ekonomi, sangat mungkin pesimis dengan situasi.
Namun mayoritas publik, the common people, yang penghasilannya di bawah 4 juta, yang pendidikan tertingginya hanya SMU, mempunyai persepsi yang berbeda. The common people ini tidak well informed dengan data. Tapi jumlah mereka,  pemilih yang pendidikan tertingginya hanya SMU (Sekolah Menengah Umum/Atas) itu lebih dari 80 persen.
Tak jelas dalam survei nasional LSI Denny JA, September 2018, jumlah 66 persen populasi nyaman dan lebih baik dari depan. Para ahli atau pengusaha mungkin kaget dengan data itu. Apakah ekonomi sedang susah?
Di situlah kompleksnya alam persepsi. Data dan fakta hanya salah satu variabel yang membentuk persepsi. Di luar data dan realita masa kini, persepsi juga dibentuk oleh harapan, atas tokoh yang berkuasa.
Mereka punya harapan. Mereka suka dengan yang berkuasa. Situasi yang membangun persepsi mereka. Tak hanya realita hari ini yang mempengaruhi mereka.
Dan inilah pointnya: POLITIK adalah PERSEPSI! Persepsi sexy publik hari ini masih memihak ke Jokowi.


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

udang

Warga Sekitar Pertambangan PT Cerindo Panen Udang Paname

KOLAKA-MS., warga Masyarakat Dusun Babarina Desa Muara Lapao Pao Kecamatan Wolo di Sekitar Wilayah Pertambangan ...

IMG-20181010-WA0025-300x300

IWO bersama Ully Sigar dan Seniman Galang Donasi Sulteng

Jakarta-Bencana tsunami yang melanda Sulawesi Tengah di Palu, Donggala, Sigi dan daerah-daerah sekitarnya Yayasan Garuda ...