Home » Business » Baru PT AMM yang Membangun Smelter di Kolaka
Kabag humas kolaka Amri Djamaluddin

Baru PT AMM yang Membangun Smelter di Kolaka

KOLAKA, MYSULTRA.COM – Dari beberapa perusahaan tambang di Kabupaten Kolaka yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), baru PT Asia Mining Mineral (AMM) yang membangun smelter. Pada hal PT AMM tidak memiliki IUP.

“Memang ada beberapa pemegang IUP yang berjanji akan membangun smelter, tapi baru PT AMM yang membangun smelter,” kata Kabag humas dan Protokol Setda Kolaka Amri Djamaluddin, Jumat (7/10/2016) di kantornya.

Berdasarkan data dari PT AMM, saat ini pembangunan smelter sudah mencapai 30 persen. Amri juga menegaskan kalau izin PT AMM semua telah lengkap,  termasuk Analisis Dampak Lingkungan (Andal), sehingga diharap tidak ada lagi yang mengeluarkan suara miring terhadap aktivitas PT AMM, apalagi areal tempat pembangunan pabrik ‎telah dibeli dari masyarakat Sopura, kecamatan Pomalaa dengan total pembelian Rp 20 milyar dan semuanya tidak ada yang masuk dalam kawasan hutan.

Amri juga meluruskan tudingan kalau PT AMM menyalahi aturan karena membuka lahan kelapa sawit. Sepengetahuannya, PT AMM tidak memiliki izin perkebunan sawit, tapi itu dikelolah PT Madinra. Hanya kebetulan pemilik PT AMM juga pemilik PT Madinra, dimana izin dari PT Madinra semua sudah lengkap.

“Inilah yang harus diluruskan dan supaya diketahui kalau Pemilik PT AMM, itu juga pemilik PT Madinra. Jadi yang membangun smelter itu PT AMM dan yang mengolah kebun kelapa sawit PT Madinra. Kami harap sebelum membuat pernyataan, hendaknya di kroscek kebenarannya di lapangan, sehingga tidak terjadi fitnah,” harapnya.

Amri mengaku meluruskan keberadaan PT AMM dan Madinra, karena sudah melakukan investasi di kabupaten Kolaka hingga ratusan miliar. Bahkan telah mempekerjakan ratusan masyarakat setempat di perusahaan kelapa sawit, utamanya kaum perempuan dalam hal pembibitan sawit.

“Pada intinya kita semua berkewajiban menjaga iklim investasi yang baik, serta mendukung perusahaan yang memiliki niat baik dalam memajukan daerah ini, khususnya mereka yang membantu ketersediaan tenaga kerja lokal,” katanya.

Terkait jalan produksi yang dipersoalkan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK), Alumni STPDN ini berharap Direktur TRK bisa membuka diri dengan memberikan kemudahan pada PT AMM untuk bisa bersama memanfaatkan akses jalan tersebut. Kuncinya tinggal dikomunikasikan dengan baik, sambil bersama memelihara keberlanjutan jalan tersebut.

“Saya kira semua bisa diatur, tinggal dikomunikasikan dengan baik dan dibuat kesepakatan bersama pengusaha yang difasilitasi pemerintah daerah. Kita berharap iklim investasi yang baik di Kolaka tetap terpelihara, sebab pemerintah hadir untuk mencarikan solusi. Jadi itu saya kira persoalannya sederhana saja,” katanya.

Tak lupa  Amri memberikan apresiasi pada DPRD Kolaka yang cepat tanggap dengan persoalan ini, sehingga Jumat (7/10) kembali mempertemukan pihak Pemda, direktur PT AMM dan direktur PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK) Najmuddin Haruna guna mencarikan solusi terkait masalah ini, meskipun sebelumnya pihak Pemda Kolaka sudah pernah melakukan kunjungan lapangan dihadiri pihak PT AMM dan PT TRK, sehingga menemukan titik terang dari permasalahan ini.‎

“Mudah-mudahan mendapat solusi untuk kebaikan kedua belah pihak, apalagi Pak Najmuddin itu orang Kolaka,” harap Amri Djamaluddin.

 

Penulis: (A Arsyad)

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...