Home » Berita Terpopuler » Antam “Dikuliti” DPRD Kolaka dan HMI

Antam “Dikuliti” DPRD Kolaka dan HMI

Massa HMI memaksa masuk ke ruang rapat saat hearing dengan pihak PT Antam UBPN Sultra
MySultra – Kolaka

Managemen PT Antam UBP Nikel Sutra yang hadir pada cara hearing pembahasan mengenai transparansi dana CSR PT Antam di gedung DPRD Kolaka sebagaimana disuarakan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kolaka, “dikuliti” oleh DPRD Kolaka dan massa HMI, Kamis (18/9).

Pada hearing yang dipimpin ketua DPRD Kolaka, Parmin Dasir, dihadiri Pejabat Pemkab Kolaka, Deputy GM PT. Antam UBPN Sultra Dadang Hadi Purnomo dan Manager CSR Antam Pamiluddin, baik anggota DPRD Kolaka dan HMI yang dipimpin ketua HMI cabang Kolaka, Jusamin Latief mempertanyakan pemberian dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang begitu besar kepada Pemprov Sultra sekitar Rp 335 Milyar, sementara dari pengakuan dinas pendapatan daerah (Dispenda) dana CSR Antam yang diberikan kepada Pemkab Kolaka hanya Rp 7 Milyar.

Bahkan saat Manager CSR Antam, Pamiluddin memaparkan besarnya bantuan yang diberikan PT Antam kepada masyarakat yang ada di ring I dan II yang jauh lebih besar dibanding pemberian dana CSR yang diberikan kepada Pemprov, Legislator dari Golkar, Syahrul Beddu langsung memotong dan menegaskan bahwa harus dibedakan antara CSR yang merupakan kewajiban perusahaan dengan sumbangan. Syahrul mengaku heran ada manager CSR di Antam tapi tidak paham soal CSR.

Dengan pendapat yang awalnya berjalan aman tiba-tiba menjadi ricuh, sebab puluhan aktivis HMI yang ada diluar tiba-tiba masuk ruangan rapat berorasi dan membuat suasana rapat berlangsung panas. Bahkan beberapa Mahasiswa terlihat memukul meja dan naik diatas meja sambil menggelar orasi. Sementara Satpol PP dan satu orang aparat kepolisian yang berjaga-jaga tidak dapat berbuat banyak untuk menenangkan para mahasiswa, sebab jumlah meraka kalah banyak dengan anggota HMI.

Kemarahan aktivis HMI dipicu atas ketidak hadiran GM (SVP) Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara PT ANTAM (Persero) Tbk, Tatang Hendra yang dinilai bisa memberikan jawaban dan keputusan terkait tuntutan mereka. Selain itu perwakilan PT Antam yang hadir dalam rapat itu tidak dapat memberikan jawaban pasti terkait pertanyaan mahasiswa tentang berapa nilai dana CSR yang seharusnya digelontorkan setiap tahunnya.

“Percuma kita rapat disini kalau tidak ada pengambil keputusan dari PT Antam yang bisa memberikan jawaban dan keputusan pasti,” teriak sekum HMI Chandra.

HMI semakin marah ketika Dadang Hadi Purnomo dan Pamiluddin akan meninggalkan ruang rapat. Mereka sempat menghalang-halangi agar tidak meninggalkan ruang rapat. Untungnya kericuhan dapat mereda setelah ditenangkan beberapa anggota dewan dan perwakilan dari Pemda. (Armin)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

udang

Warga Sekitar Pertambangan PT Cerindo Panen Udang Paname

KOLAKA-MS., warga Masyarakat Dusun Babarina Desa Muara Lapao Pao Kecamatan Wolo di Sekitar Wilayah Pertambangan ...

cakradunia_lsi-denny-ja-pasca-pilkada-serentak-jokowi-makin-kuat-10-07-2018-daNmVe2Q5S

BATALNYA KENAIKAN HARGA BBM PREMIUM, Efek Elektoral dan Persepsi Ekonomi

Denny JA Tahun politik (tahun pemilihan) acapkali menjadi topik yang murni bagi mereka yang mendalami ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *