Home » Headline » Akbid Konawe Jadikan Ukom Sebagai Mesin Pencari Uang

Akbid Konawe Jadikan Ukom Sebagai Mesin Pencari Uang

UNAAHA, MY SULTRA.COM

Universitas swasta Akademi Kebidanan (Akbid) yang berdiri di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menjadi keluhan masyarakat, khususnya yang menyekolahkan anaknya di Universitas tersebut.

Pasalnya Ujian Kompotensi (Ukom) yang di selenggarakan Universitas tersebut dan memang wajip di lakukan oleh setiap tenaga medis khususnya Akbid untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi Bidan (STR) harus mengorek uang sebanyak Rp.500.000.

Akibatnya, para orang tua mahasiswi ini merasa jika (Ukom) tersebut di jadikan sebagai mesin pencari uang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di universitas itu. Mereka juga menduga, apa yang di lakukan oleh Universitas itu tidak prosedural lagi.

Salah seorang narasumber yang di temui awak MY.SULTRA.COM mengatakan, dirinya tidak mempersoalkan jika anaknya itu harus membayar sebanyak Rp.500.000 untuk mengikuti (Ukom), hanya saja kata dia, dari 200 mahasiswi yang mendaftar terkadang hanya 100 orang yang lulus (Ukom), dan yang seratusnya itu tidak lulus, pada akhirnya menunggu lagi pendaftaran selanjutnya.

“Pendaftar kadang 200 orang, setiap pendaftar membayar Rp.500.000, sementara yang lulus hanya 100 orang, di kemanakan uang pendaftaran mahasisiwi yang tidak lulus itu, di perkirakan ada 100 orang,” ungkap orang tua mahasiswi Akbid yang enggan di sebutkan namanya.

Katanya, jika tidak lulus mahasiswa tersebut harus mendaftar lagi tahun depan dan membayar Rp.500.000, selanjutnya akan terus seperti itu jika belum lulus. “Coba dihitung berapa uang pendaftaran yang mereka terima dan tidak jelas peruntukannya,” ujarnya dengan nada tegas.

Orang tua mahasiswi ini menambahkan. Seharusnya, meski Universitas tersebut swasta, mereka harus lebih bijak lagi saat membuka pendaftaran semacam Ukom.

Pasalnya, dari sekian banyak mahasiswi yang kuliah di Universitas itu, tidak semua mahasiswi mempunyai orang tua yang kehidupannya mapan. Ada juga orang tua mahasiswi yang kehidupannya tidak berkecukupan.

Hanya karena menggugurkan kewajiban orang tua, maka mereka harus berupaya untuk menyekolahkan anaknya di Universitas tersebut.

“Jangan karena akbid saat ini terlihat banyak peminat terus bisa seenaknya membuatkan kegiatan yang harus di tebus dengan uang, perlu di pikirkan juga, takudnya jangan sampai universitas tersebut terkesan kurang baik di mata masyarakat Konawe khususnya, dan bisa mengurangi peminat,” ungkapnya.

Orang tua mahasiswi ini berharap, paling tidak Universitas tersebut bisa membantu mahasiswi yang melaksanakan (Ukom) agar bisa lulus dalam ujiannya, supaya bisa meringankan para orang tua mahasiswi untuk tidak membayarkan anaknya lagi di pendaftaran selanjutnya jika tidak lulus.

Penulis: Rido

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *