Home » Berita Terpopuler » Ramadhan Sebagai Bulan Intropeksi Diri
Gubernur Sultra H Nur Alam memberikan bantuan sembako pada kaum dhuafa, serangkaian safari ramadhan Provinsi di Kolaka
Gubernur Sultra H Nur Alam memberikan bantuan sembako pada kaum dhuafa, serangkaian safari ramadhan Provinsi di Kolaka

Ramadhan Sebagai Bulan Intropeksi Diri

“Pemimpin itu harus sidiq yang selalu berkata benar, satu kata dan perbuatan, bukan pemimpin mbalelo,”

KOLAKA,MYSULTRA.COM – Gubernur Sultra H Nur Alam menyampaikan bahwa bulan ramadhan merupakan bulan introspeksi diri.

“Ramadhan tempat muhasabah dan memperdalam nilai-nilai keimanan dengan berbagai aktivitas ibadah,” kata Nur Alam saat memberikan ceramah dihadapan ribuan jemaah tarwih yang memadati masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka, serangkaian safari Ramadhan Provinsi Sultra, sabtu (‎3/6/2017).

Menurut Nur Alam, bulan ramadhan selain dibukakan pintu taubat, pada bulan ramadhan Allah  banyak menciptakan sesuatu, termasuk turunnya Alquran dan lailatul qadar.‎ Tapi tujuan akhir dari ramadhan adalah meminta ampunan Allah.

Menyinggung surat Arrad ayat 11 yang artinya Allah tidak akan mengubah nasib ‎sesuatu kaum sebelum mereka merubah nasibnya sendiri, Gubernur mengungkapkan bahwa ada tiga konteks untuk merubah nasib suatu kaum, dimana ketiganya komponen tersebut sangat menentukan, yakni pemimpin dan kepemimpinan, komunitas atau kelompok masyarakat, serta regulasi yang berkaitan ketentuan perundang-undangan, budaya istiadat, serta tata kelolah pemerintahan.

“Alquran dan Assunah sudah final‎. Namun prodak buatan manusia senantiasa berubah sesuai keadaan zaman,” katanya.

Terkait kepemimpinan, Nur Alam berharap mengikuti Rasulullah yang dikenal amanah. Karena itu hendaknya memilih pemimpin yang amanah dari berbagai aspek, sebab banyak kepala daerah yang dibuatkan visi misinya, sehingga tidak bisa diimplementasikan.

Juga harus melihat pemimpin yang tablik, artinya bisa menyampaikan secara lisan dan tertulis berbagai arahan dan kebijakan, sebab sentral kepemimpinan adalah komunikasi yang mampu menyampaikan yang baik.

Pemimpin juga harus fatanah atau memiliki kecerdasan, analisis, perkiraan, tindakan yang tepat dalam merespon sesuatu dan kemungkinan yang akan terjadi,

“Pemimpin itu harus sidiq yang selalu berkata benar, satu kata dan perbuatan, bukan pemimpin mbalelo,” tegasnya.

Nur Alam menganggap Bupati Kolaka H Ahmad Safei dan wakil bupati Kolaka H Muhammad ‎Jayadin, memenuhi syarat pemimpin yang telah di contohkan Rasulullah.‎

Penulis: (A Arsyad)

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Rektorat UHO

DPRD Sultra Surati Menteri Soal Dugaan Plagiat Rektor UHO Terpilih

KENDARI, MYSULTRA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) langsung menindak lanjuti aspirasi mahasiswa yang di sampaikan ...

Kery Buka Bersama ok

Bukber Bareng Dua Pimpinan Partai Kery Mencoba Satukan Persepsi

UNAAHA, MY SULTRA.COM – Bupati Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra), Kery Saipul Konggoasa buka puasa bersama dengan dua ...