Home » Berita Terpopuler » 4 Profesor Kagumi Kaloborasi Pembangunan Bandara Kolaka

4 Profesor Kagumi Kaloborasi Pembangunan Bandara Kolaka

MySultra-Kolaka
Empat guru besar atau profesor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, kagum atas model manajemen kaloborasi dalam pembangunan insfrastruktur bandara Sangia Nibandera Kolaka, sebagaimana disampaikan Abdul Sabaruddin saat menjalani sidang promosi doktor, kamis (26/6) lalu.
Dihadapan sidang yang dipimpin Prof.Dr.H. Hamka Naping MA selaku Dekan FISIP, didampingi promotor Prof.Dr. Haselman, Dr. H. Badu Ahmad, M. Si dan Dr. Muhammad Rusdi, M. Si selaku Kopromotor, serta dewan penguji, diantaranya Prof. Dr Sangkala, MA, dan Prof.Dr. H. Sulaeman Asang, MS, mantan dekan Fisip USN Kolaka ini mengungkapkan, kolaborasi antar aktor dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik tidak selalu didasarkan pada legitimasi yuridis sebagai basis formal kolaborasi. Kolaborasi bisa terjadi secara non formal atau didasarkan pada kontrak implisit. Hal ini sangat dipengaruhi oleh adanya komitmen, visi dan misi yang sama serta nilai-nilai yang dianut disetiap daerah.
Menurut Aru panggilan akrab Abdul Sabaruddin, kolaborasi pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur bandar udara di Kabupaten Kolaka, melahirkan konsep atau pandangan baru dalam manajemen kolaborasi. Proses kolaborasi tidak selalu dilakukan secara formal. Hal ini bertentangan dengan konsep kolaborasi antara administrasi publik, swasta dan organisasi non profit secara teoritik. Kolaborasi secara teoritik kerjasama kolaborasi dibangun dalam kerangka formal melalui perjanjian tertulis untuk jangka waktu tertentu.
Dijelaskannya, ada faktor penting yang mempengaruhi sehingga proses kolaborasi pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur bandar udara tidak dikembangkan dalam bentuk formal. Faktor kesamaan visi dan misi, komitmen, keterbukaan, kepercayaan, kepemimpinan, nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai religius. Nilai kearifan lokal dan religius ini menjadi faktor penting yang menjadi kekuatan pemerintah dalam mendorong swasta dan masyarakat berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik, khususnya dalam pembangunan infrastruktur bandara.
Selain melahirkan konsep atau pandangan baru dalam proses kolaborasi, hasil disertasi Aru juga menemukan model dalam manajemen kolaborasi. Model tersebut adalah model collective action melalui partisipasi sinergitas. Model manajemen ini menggambarkan keterpaduan aktor atau lembaga yang bekerja secara bersama-sama, saling berkomunikasi dan saling bersinergi. Model collective action melalui partisipasi sinergitas berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Sehingga masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan pembangunan.
“Partisipasi aktif inilah menjadi ciri dalam pembangunan infrastruktur bandar udara. Kebutuhan pembangunan bandar udara semua merupakan partisipasi swasta dan masyarakat. Wujud partisipasi swasta tersebut berupa bantuan non materi seperti alat berat, aspal, tanah timbunan, pasir, bahan bakar minyak, batu pecah dan masyarakat menjadi tenaga kerja dan pembebasan lahan dan menyiapkan tanah timbunan,” katanya.
Aru berharap ada beberapa implikasi yang berkenaan dengan manajemen kolaborasi pemerintah, swasta dan masyarakat. Kedepan, pemerintah perlu menjadikan manajemen collection action melalui partisipasi sinergitas dalam penyediaan layanan publik seiring dengan kompleksitasnya tuntutan publik dan terbatasnya kemampuan sumberdaya pemerintah.
Disertasi dengan judul “Model Manajemen Kolaborasi Dalam Pembangunan Infrastruktur Bandar Udara di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara” yang dipertahankan Aru di aula FISIP Unhas, dihadiri beberapa petinggi USN Kolaka. Hasilnya doktor dalam bidang ilmu administrasi publik ini mampu mencapai IPK 3,98 atau sangat memuaskan. Selamat buat Dr. Abdul Sabaruddin,S.Sos,M.Si. (Armin)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *