Home » Berita Terpopuler » 34 Investor Berminat Bangun Smelter di Sultra

34 Investor Berminat Bangun Smelter di Sultra

Kendari – Myultra.Com

Sejak diberlakukannya UU Mineral dan Batubara (Minerba) Nomor 4 Tahun 2009 hingga saat ini tercatat 34 investor yang berminat membangun smelter (pemurnian mineral) nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari jumlah tersebut, 13 diantaranya masih tahap perizinan, 8 perusahaaan masih dalam peroses Amdal (Analisan Menganai Dampak Lingkungan), 12 Perusahaan sudah memasuki tahap konstruksi dan baru satu  investor  yang sudah memasuki tahap produksi.

Kepala Dinas Pertambangan Pemprov Sultra, Burhanuddin mengungkapkan hal tersebut pada Pertemuan Pengelola Sumber Daya Mineral Sultra Tahun 2015 Rabu(5/04/2015). Salah satu kendala yang dihadapi para investor, kata Burhanuddin, adalah keterbatasan daya listrik yang dimiliki oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Burhanuddin menyebutkan, untuk kebutuhan listrik rumah tangga saja, belum seluruhnya mampu disupla oleh PLN. “Rasio kelistrikan di daerah ini baru mencapai 74,7 persen, dengan kata lain, KK yang terlayani listrik baru kurang lebih 40.717 KK, sisanya kurang lebih 166 ribu KK belum menikmati listrik. “Kita berharap pemerintah pusat bisa memikirkan masalah ini agar kebutuhan listrik untuk industri bisa tersedia”  kara Burhanuddin berharap Dihadapan staf khusus Meneri ESDM, DR.Ir. Said Idu

Sementara itu, Gubernur Sultra Nur Alam menyatakan harapannya agar para investor benar-benar merealisasikan rencananya untuk membangun smelter, tidak hanya mengekspor tanah air dan meninggalkan lubang bekas galian pertambangan.”Sebab membangun smelter itu adalah kewajiban sebagaimana yang diperintahkan oleh UU Minerba denganharapan produksi tambang mineral dapat meningkat nilai tambahnya hingga bisa mensejahterakan rakyat,” katanya

Dalam UU No 4 Tahun 2009 (Berlaku 12 Januari 2014) mewajibkan kepada para investor pertambangan untuk membagun smelter. Esensinya, semua bahan baku mineral seperti emas,nikel, bauksit, bijih besi, tembaga dan batubara dilakukan proses melalui smelter agar nilai tambahnya meningkat, tidak hanya mengekspor bahan mentah.

Dengan pembangunan pabrik smelter dalam negeri, maka daerah atau negara akan menghasilkan produk mineral yang sesuai standar, menyerap banyak tenaga kerja, hingga mampu meningkatkan perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara berkeadilan.(Sudirman D)

.

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *