Home » BISNIS » ‎Pemberian Dana Kolaborasi Berpatokan pada Kekumuhan
Askot CD Mandiri, Masrik ‎ dan Askot Infrastruktur Muh. Arfan saat melakukan seleksi dokumen di BKM kelurahan Kolakaasi

‎Pemberian Dana Kolaborasi Berpatokan pada Kekumuhan

KOLAKA,MYSULTRA.COM -Pemberian dana kolaborasi pada delapan kelurahan yang ada di kecamatan Kolaka dan Latambaga yang mendapat rekomendasi tim seleksi, ‎berpatokan pada luas kekumuhan.

“Besaran dana yang diberikan tim seleksi pada kelurahan yang ‎masuk lokasi Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP) tahun 2015,‎ berdasar pada keputusan Bupati Kolaka tentang lokasi lingkungan perumahan dan pemukiman kumuh di kabupaten Kolaka,” kata Asisten Koordinator Kota (Askot) CD mandiri, Masrik‎, kamis (18/11/2015).

Adapun pemberian dana kolaborasi sebesar Rp 3 Milyar yang disalurkan pada 8 kelurahan berdasar pada SK Bupati, yakni kelurahan Sakuli yang memiliki 3,29 ha kumuh mendapat Rp 400 juta, Ulunggolaka dengan kekumuhan 4,02 ha mendapat Rp 425 juta, Mangolo (4,11 ha) Rp 425 juta, Kolakaasi (4,18 ha) Rp 400 juta, Sea (6,04) Rp 425 juta, Tahoa (1,18 ha) Rp 275 juta, Balandete (0,45 ha) Rp 250 juta dan Sabilambo (3,34 ha) Rp 400 juta.

Masrik mengungkapkan, pemberian dana kolaborasi dan penunjukan lokasi sasaran senantiasa berdasar ‎pada 7 indikator kumuh, yakni keteraturan bangunan, jalan lingkungan, drainase, pembuangan air limbah rumah tangga, penyediaan air minum, pengelolaan persampahan dan pengamanan bahaya kebakaran.

“Jadi pada dasarnya P2KKP merupakan kelanjutan dari PNPM perkotaan, yang sebelumnya bernama Program Peningkatan Kualitas Pemukiman (P‎2KP),” ungkap Masrik.

Ditempat sama ‎Askot Infrastruktur, Muh Arfan mengungkapkan, selama ini mayoritas kelurahan hanya menerima dana dibawah Rp 100 juta bahkan ada yang Rp 5 juta dalam setahun. Untuk program P2KKP ini paling sedikit mereka diberikan Rp 250 juta. Dengan demikian, diharapkan dalam lima tahun kedepan kekumuhan yang ada dalam kota Kolaka akan berkurang, bahkan habis.

“Beberapa kelurahan seperti Kolakaasi, Mangolo dan Ulunggolaka selalu diberi dana Rp 100 juta keatas karena memang tingkat kumuhnya sangat parah. Tapi untuk Sea dan kecamatan Kolaka pada umumnya selalu mendapat dana paling banyak Rp 75 juta, bahkan Rp 5 juta,” ungkap Arfan.

(A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *