Home » Headline » ‎Dinas Koperindag Kolaka Gelar Sosialisasi SNI
Kadis koperindag Kolaka Dr Asmani didampingi kepala UPTD BPSMB Disperindag Sultra Ir Irmanuddin K Sappe, pada acara sosialisasi SNI.

‎Dinas Koperindag Kolaka Gelar Sosialisasi SNI

Dinas Koperasi, Perindustrian dan perdagangan (Koperindag) Kolaka menggelar sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bekerjasama UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Dinas Perindag Sultra, menggelar sosialisasi SNI di salah satu hotel di Kolaka, selasa (22/9/2015).
Kadis Koperindag Kolaka, Dr Hj Asmani Arief saat membuka acara menyampaikan, ‎pemberlakuan SNI wajib bagi beberapa produk, seperti makanan dan minuman. Karena itu diundang pengelolah hotel dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi makanan dan minuman, termasuk mainan anak ‎harus sesuai usia anak.
Diakui ada beberapa produk air minum yang telah memiliki SNI seperti air kemasan Tahoa, tapi semua itu harus dilakukan pengawasan jangan sampai setelah mendapatkan SNI tidak lagi memperhatikan produksinya.
‎Karena itu Dinas Koperindag Kolaka akan terus melakukan ‎operasi pasar, swalayan dan hotel. Jika tidak memenuhi SNI dan aturan yang berlaku akan dilakukan tindakan tegas‎.
Menurut Asmani, penerapan SNI sangatlah bermanfaat, dimana komoditi yang diekspor dapat diterima pasar internasional, sehingga produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk impor yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing daerah di pasar global. ‎Beberapa produk ‎unggulan Kolaka yang sudah wajib di SNI seperti kopi bubuk, air minum dalam kemasan dan produk ketahanan lainnya.
Sementara kepala UPTD BPSMB Disperindag Sultra Ir Irmanuddin K Sappe mengungkapkan, sesuai persyaratan Lembaga Sertifikat Produk (LSPro), apabila produsen telah memenuhi persyaratan SNI, kelengkapan administrasi dan memiliki sistem manajemen mutu, maka produsen berhak memperoleh Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI atas produknya, sekaligus berhak mempublikasikan produknya dengan tanda SNI.
“Tanda SNI dan nomor standarnya dapat dibubuhkan dimana saja pada produk. Bisa juga pada kemasan atau kotak produk,” katanya.
Irmanuddin mengungkapkan, SPPT SNI berlaku semala empat tahun. Setelah itu wajib disertifikasi ulang. Untuk pengawasan pemberlakuan SPPT SNI dilakukan setiap tahun oleh LSPRO penerbit‎. Dengan penerapan SNI masyarakat akan paham dan mengerti akan pentingnya SNI bagi kesehatan, keselamatan, keamanan dan fungsi lingkungan hidup.
Sosialisasi SNI ini diikuti 40 peserta yang berasal dari eksportir, calon eksportir, instansi terkait, produsen dan masyarakat umum. (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *